Sosok Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring menjadi sorotan setelah mengadukan konten creator sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Pengaduan itu langsung dilakukan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, itu ke Polda Metro Jaya.
Menurut Juinta, hasil diskusi disimpulkan ada dugaan pidana dilakukan Ferry Irwandi. Dugaan pidana itu terendus lewat patroli siber dilakukan tim Siber TNI. Namun, Juinta belum berkenan membeberkan dugaan pelanggaran dilakukan Ferry Irwandi.
"Nanti kan ada penyidikan, nanti biar kita lanjutkan," kata Juinta Omboh (J.O) Sembiring kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (8/9).
Lantas, siapakah sosok Brigjen Juinta Omboh? Berikut profil jenderal TNI berpangkat bintang satu itu sebagaimana dirangkum merdeka.com, Selasa (9/9):
Advertisement
Profil Brigjen Juinta Omboh
Brigadir Jenderal TNI Juinta Omboh Sembiring, adalah seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Dia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 8 Januari 1973.
Sebelum menjadi TNI, Juinta memiliki latar belakang pendidikan yang mengesankan. Dia menamatkan pendidikan di SMA Negeri 4 Medan pada tahun 1991. Dia juga meraih gelar S1 Hukum dari Universitas Wiraswasta Indonesia pada tahun 2007.
Karier militer putra Tanah Karo dimulai setelah lulus dari Akademi Militer pada tahun 1995. Dia telah menjabat di berbagai posisi penting dalam TNI, terutama dalam Infanteri dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Dia memiliki Brevet Kualifikasi Komando Kopassus dan telah terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk Operasi Seroja dan Operasi Damai Cartenz.
Juinta juga pernah mengemban amanat sebagai Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi menggantikan Brigjen TNI Izak Pangemanan. Dia juga sempat menjabat sebagai Kepala Departemen Operasi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Kadep Ops Seskoad).
Dia lama menghabiskan waktu dinasnya di Korps Baret Merah Kopassus. Ia memiliki segudang prestasi dan pernah ditugaskan di luar negeri. Hal itu terbukti saat ia ditunjuk untuk memimpin operasi pembebasan Pilot Susi Air yang disandera di Papua Pegunungan. Sejak 3 Januari 2025, ia menjabat sebagai Komandan Satuan Siber TNI.