Menhan Sjafrie Serahkan Kasus Dugaan Pelanggaran yang Melibatkan Ferry Irwandi kepada Panglima TNI

Sjafrie menjelaskan bahwa masalah ini termasuk dalam ranah operasional TNI, sehingga sepenuhnya menjadi tanggung jawab Panglima TNI.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Menhan Sjafrie Serahkan Kasus Dugaan Pelanggaran yang Melibatkan Ferry Irwandi kepada Panglima TNI
Menteri Pertahanan (Menhan) RI sekaligus Menko Polkam Ad Interim Sjafrie Sjamsoeddin (Liputan6.com/Winda Nelfira) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Pertahanan Republik Indonesia serta Menko Polkam Ad Interim, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan tanggapan mengenai kunjungan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI dan beberapa jenderal ke Polda Metro Jaya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkonsultasi mengenai dugaan pelanggaran yang melibatkan CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Sjafrie menegaskan bahwa masalah ini merupakan domain operasional TNI, sehingga sepenuhnya menjadi tanggung jawab Panglima TNI.

"Itu operasional, silakan ke Panglima TNI yang menangani operasional," ungkap Sjafrie dalam konferensi pers di Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/9/2025).

Ia juga menambahkan bahwa sebagai Menteri Pertahanan, fokusnya adalah pada kebijakan nasional di bidang pertahanan. Sementara itu, urusan teknis operasional sepenuhnya berada di bawah wewenang Panglima TNI.

"Kalau yang berhubungan dengan kebijakan nasional boleh tanya sama saya," jelasnya. Dengan demikian, Sjafrie menekankan pentingnya pemisahan antara kebijakan strategis dan operasional, agar setiap pihak dapat menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Walaupun demikian, Sjafrie mengungkapkan bahwa dia tetap memantau perkembangan kasus ini melalui berita yang disampaikan oleh media. Dia menekankan pentingnya mekanisme pendelegasian kewenangan di dalam tubuh TNI.

"Saya nonton di televisi, tapi saya serahkan kewenangan itu kepada Panglima TNI. Kita mempunyai strata-strata pendelegasian berwenang," kata dia. Dengan demikian, meskipun mengikuti berita, dia tetap mengedepankan prosedur yang ada dan menyerahkan tanggung jawab kepada pihak yang berwenang.

Pada hari Senin, 8 September 2025, Brigadir Jenderal TNI Juinta Omboh Sembiring, yang menjabat sebagai Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, secara tiba-tiba mengunjungi Polda Metro Jaya. Dalam kedatangannya, dia membahas mengenai CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Juinta Omboh menjelaskan bahwa tujuan kunjungannya adalah untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian setempat.

Setelah berlangsungnya diskusi, muncul dugaan adanya tindak pidana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi. "Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," ungkap Juinta Omboh kepada wartawan di Polda Metro Jaya. Ia menambahkan bahwa dugaan tersebut terungkap setelah tim patroli siber melakukan penelusuran lebih lanjut.

Meski demikian, Juinta Omboh belum bersedia untuk mengungkapkan detail mengenai pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Ferry Irwandi.

"Nanti kan ada penyidikan, nanti biar kita lanjutkan," tuturnya, menandakan bahwa proses hukum akan terus berlanjut dan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah penyidikan dilakukan.

Rekomendasi