Tegas, Pesan KPK ke Koruptor: Jangan Berpikir Kami Mudik, Tidak!
Jika peringatan melalui edukasi dan pencegahan tidak diindahkan, maka penindakan adalah caranya.
Usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Cilacap Syamsul Auliya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak kendor meski memasuki musim libur Lebaran. Penyidik bakal tetap melakukan proses hukum terhadap pihak yang baru saja terjaring OTT, maupun mengawasi praktik culas di luar.
Deputi Bidang Penindakan KPK, Asep Guntur, pihaknya tidak akan pernah lelah. Jika peringatan melalui edukasi dan pencegahan tidak diindahkan, maka penindakan adalah caranya.
"Karena kan terjadi dikasih peringatan juga Nggak diindahkan gitu ya seperti itu ya, terus KPK mau ngapain, mau terus-terusan OTT? Kami berharap dengan adanya proses saat ini, proses hukum terhadap terduga para pelaku yang tertangkap tangan ini Ya tindakan tegas dan perlu. Kami juga tidak mengumumkan ini hanya sebagai sampel, Ada lagi terjadi kami akan lakukan penangkapan kenapa? Karena sudah diberikan peringatan, sudah disampaikan surat edaran tetapi masih tetap melakukan seperti itu," ujar Asep saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3).
Asep menyebut, sudah menjadi kewajiban bagi KPK melakukan penindakan usai upaya pencegahan dilakukan. Tidak hanya modus pemberian THR, namun ke depan modus lainnya bisa juga terjadi.
Tetap Menindak Meski saat Lebaran
Asep memastikan KPK tidak pernah berhenti. Meski ada lebaran sekali pun, jika memang ada peristiwa korupsi, maka akan langsung ditindak.
Penyidik Tidak Mudik
"Sekarang mungkin masih ada beberapa hari ke depan, Ini hari ke 25 Ramadan Berarti ada sekitar 5 hari ke depan Jangan berpikir bahwa kami karena mau Lebaran kami mau mudik pulang dan membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi di rentang waktu ke depan ini, tidak!" lantang Asep.
"Kami akan tetap Hadir untuk melakukan penindakan, apabila masih bandel melalukan tindak korupsi, jangan pikir Wah mungkin nanti penyidik pada mudik, Tidak!" tegasnya.