Target Menpora Erick di ASEAN Para Games 2025 di Thailand
Kontingen Indonesia optimistis mencapai target perolehan medali yang ditetapkan.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir menghadiri pengukuhan dan pelepasan Kontingen ASEAN Para Games 2025 yang di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Sabtu (10/1). ASEAN Para Games akan berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand 20–26 Januari 2026.
Kontingen Indonesia optimistis mencapai target perolehan medali yang ditetapkan. Dari total 18 cabang olahraga yang diikuti, Indonesia membidik total 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.
Erick mengatakan, rekam jejak kontingen Indonesia di ajang multievent disabilitas antarnegara Asia Tenggara ini memang cukup diakui. Bahkan, pada tiga edisi terakhir, Indonesia selalu berhasil keluar sebagai juara umum.
“Kami merasa yakin para atlet dan NPC Indonesia akan selalu memberikan yang terbaik. Kalau kita lihat, rata-rata prestasinya selalu di ranking satu dan dua. Ini luar biasa. Tentu nanti akan kita lihat bersama hasilnya di Thailand seperti apa,” ucap Erick.
Optimisme Erick diungkapkan setelah melihat semangat yang diperlihatkan para atlet menjelang keberangkatan. Menurutnya, Indonesia bisa mewujudkan target perolehan medali yang dicanangkan. Indonesia bisa mencapai posisi dua besar di klasemen akhir.
“Kalau saya lihat, atlet-atlet akan memberikan yang maksimal. Insya Allah, mudah-mudahan target meraih 82 medali emas di ASEAN Para Games 2025 ini bisa tercapai. Kalau tercapai bisa menempati posisi dua teratas,” ungkapnya.
Waspada Kompetitor Berat
Mantan Menteri BUMN juga mengingatkan atlet untuk mewaspadai sejumlah negara yang berpotensi menjadi kompetitor terberat. Selain Thailand yang berstatus sebagai tuan rumah, ada beberapa negara yang bisa menjadi rival berat.
“Tentu yang harus diwaspadai tuan rumah. Kalau ingin mencapai peringkat kedua atau ketiga, kita juga harus mengantisipasi negara-negara lain seperti Vietnam atau Malaysia, beberapa negara tetangga yang punya persiapan yang baik,” beber Erick.
Optimisme
Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun, juga menggelorakan optimisme yang besar menjelang ASEAN Para Games 2025 ini. Dia berjanji untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional.
“Kita akan berjuang secara maksimal. Yang terpenting, kami akan bertanding untuk bangsa dan negara. Kami berharap bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat agar bisa maksimal memperjuangkan bendera Merah Putih di Thailand,” kata Senny.
Dikatakan Senny, kontingen Indonesia akan memberangkatkan sebanyak 290 atlet yang bersaing pada 18 cabang olahraga. Mereka akan disokong 106 pelatih, 55 ofisial, serta 16 manajer yang bakal menjadi pendamping.
Pada ASEAN Para Games 2025 ini, sejumlah cabang olahraga diharapkan menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Timnas Indonesia. Cabor para atletik, misalnya, ditargetkan bisa membawa pulang 25 medali emas, 30 perak, dan 23 perunggu.
Sementara itu, cabor kedua yang diharapkan jadi penghasil medali terbanyak ialah para catur dengan target 12 emas, enam perak, dan empat perunggu. Adapun para tenis meja dibebani perolehan 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu.
Selanjutnya, para angkat berat ditarget delapan emas, enam perak, dan satu perunggu. Sedangkan para renang diharapkan bisa merebut delapan emas, enam perak, serta empat perunggu.
"Persiapan para atlet sudah berjalan dengan bagus. Kami berangkat ke Thailand dengan keyakinan penuh untuk meraih prestasi," jelas dia.
Menurut jadwal, kontingen Indonesia dibagi menjadi dua kloter saat berangkat menuju Thailand menggunakan pesawat carter melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis (15/1/2026), dengan penerbangan langsung menuju Bangkok. Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan via darat menuju Nakhon Ratchasima.