Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan pesan motivasi yang kuat kepada Kontingen Indonesia yang akan berlaga di ASEAN Para Games ke-13 tahun 2025. Pesan tersebut disampaikan saat pengukuhan dan pelepasan kontingen di Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1) lalu. Menpora menekankan pentingnya semangat juang dan pantang menyerah bagi para atlet.
Erick Thohir secara tegas meminta para atlet untuk tidak gentar menghadapi persaingan, terutama dari tuan rumah Thailand dan Vietnam. Ia mengingatkan bahwa setiap atlet adalah pejuang bangsa yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Kehadiran Menpora didampingi Wakil Menteri Taufik Hidayat serta jajaran kementerian menunjukkan dukungan penuh pemerintah.
Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 berkekuatan 290 atlet yang akan bertanding di 18 cabang olahraga. Mereka memasang target ambisius untuk menghuni peringkat tiga besar dengan perolehan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu. Ajang olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara ini akan berlangsung pada 20-26 Januari 2025 di Thailand.
Advertisement
Advertisement
Kontingen Indonesia yang berjumlah 290 atlet ini siap menunjukkan performa terbaiknya di 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Target yang dicanangkan cukup tinggi, yakni menempati posisi tiga besar klasemen akhir perolehan medali. Ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap kemampuan para atlet disabilitas Indonesia.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa para atlet ini adalah duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia. Pesan ini sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya olahraga sebagai alat pemersatu dan pembawa kebanggaan nasional. Dukungan penuh dari pemerintah diharapkan mampu memacu semangat juang mereka.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh, Kontingen Indonesia berharap dapat mewujudkan target medali yang telah ditetapkan. Setiap medali yang diraih akan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan keras para atlet diyakini akan membuahkan hasil manis di Thailand.
Advertisement
Advertisement
Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi Kontingen Indonesia adalah bersaing dengan atlet-atlet dari negara tuan rumah, Thailand, serta Vietnam yang dikenal memiliki kekuatan olahraga disabilitas yang tangguh. Namun, Menpora Erick Thohir tetap optimistis. Ia meyakini bahwa dengan jerih payah dan mimpi besar, para atlet bisa meraih hasil terbaik.
Erick Thohir menyatakan keyakinannya bahwa kerja keras dan fokus para atlet dalam keseharian mereka akan menjadi kunci keberhasilan. “Saya yakin dengan jerih payah dan mimpi yang tadi saya sampaikan, dengan keseharian yang kalian serius lakukan, kita bisa. Kita bisa. Kita bisa,” ujarnya, mengutip langsung pesan motivasinya. Semangat ini diharapkan menular ke seluruh anggota kontingen.
Menpora juga menekankan pentingnya memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Meskipun target spesifik adalah tiga besar, ia mendorong atlet untuk tidak membatasi diri. “Pasti kalian akan meraih sebaik-baiknya. Apakah ranking tiga atau ranking dua, kita harus memberikan yang terbaik, kita coba dahulu,” tambahnya, memotivasi atlet untuk melampaui ekspektasi.
Advertisement
Advertisement
Indonesia memiliki rekam jejak yang sangat membanggakan di ajang ASEAN Para Games. Dalam tiga edisi sebelumnya, Kontingen Merah Putih selalu berhasil keluar sebagai juara umum. Prestasi ini menunjukkan dominasi dan kualitas atlet disabilitas Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Tradisi juara umum ini menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang akan berlaga di Thailand. Mereka diharapkan dapat melanjutkan tren positif ini dan kembali mengharumkan nama bangsa. Pengalaman dan mental juara yang telah terbangun menjadi modal berharga.
Keberhasilan di masa lalu menjadi bukti bahwa Kontingen Indonesia memiliki potensi besar untuk kembali meraih prestasi puncak. Dengan semangat pantang gentar dan kerja keras, harapan untuk kembali menjadi juara umum atau setidaknya mencapai target tiga besar sangat terbuka lebar. Seluruh elemen bangsa menantikan perjuangan mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews