Tak Tinggal Diam, Siswi SMPN 3 Depok Korban Pelecehan Guru Lapor Polisi
Ibu korban menyayangkan pihak sekolah tidak memberitahunya bahwa anaknya menjadi korban pelecehan.
Siswi SMPN 3 Depok, diduga korban pelecehan guru berinisial RI didampingi ibunya mendatangi Polres Metro Depok. Korban datang untuk membuat laporan terkait dugaan pelecehan verbal dialaminya.
LS, ibu korban mengaku baru tahu dugaan pelecehan verbal dialami anaknya pada Maret 2025. Kemudian LS mengkonfirmasi hal tersebut ke sekolah. Dia menyayangkan pihak sekolah tidak memberitahunya bahwa anaknya menjadi korban pelecehan.
"Iya jadi sebelum lebaran itu dia cerita sama aku kan kalau ada pelecehan dari gurunya gitu dan saya juga tidak tahu sebenarnya kalau dari pihak sekolah tidak ada omongan gitu. Jadi mungkin pas aku konfirmasi ke pihak sekolah, karena kenapa tidak diberitahu orang tuanya karena si anak ini bilang ke pihak sekolah bahwa tidak boleh dikasih tahu orangtuanya," kata LS di Mapolres Metro Depok, Kamis (22/5).
Pengakuan Ibu Korban
Pelecehan diterima anaknya berupa pelecehan verbal. Guru yang diketahui adalah IR itu berbicara dengan anaknya dengan topik dewasa.
"Sebenarnya sih kalau pelecehan itu verbal ya kayak omongan doang sih, cuma kan jatuhnya tidak baik juga ya buat mental. Jadi emang mungkin enggak bagus juga sih seorang guru ke murid ngomong seperti itu gitu,” ujar LS.
Yang menjadi korban pelecehan IR bukan hanya anaknya. Diduga ada beberapa siswi lain yang mengalami hal serupa namun tidak ada yang berani mengungkap. Anaknya mengaku berani bicara karena tidak ingin ada korban lain di sekolah tersebut.
“Kalau aku setahu anaknya sih banyak sebenarnya, cuma yang berani speakup itu anak saya doang gitu. Karena didukung oleh banyak orang dan ada perlindungan anak juga ya, jadi saya pikir ya sudah enggak apa-apa biar buat efek jera tuh guru sekalian, biar enggak ada pokoknya korban-korban kemudian lagi nantinya,” kata LS.
Korban Divisum
Sementara itu, Kasie Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi membenarkan korban sudah membuat laporan ke kepolisian. Saat ini kasusnya masih didalami.
“Saat ini korban masih diperiksa, visum sudah dilakukan namun belum keluar hasilnya,” tandas LS.