Tahukah Anda? RI-Inggris Perkuat Kerja Sama Lingkungan dengan Tiga Program Inovatif
Indonesia dan Inggris memperdalam Kerja Sama Lingkungan RI-Inggris melalui peluncuran tiga program inovatif. Inisiatif ini bertujuan melestarikan alam, iklim, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Simak detailnya!
Indonesia dan Inggris secara resmi memperkuat Kerja Sama Lingkungan RI-Inggris pada 31 Agustus. Inisiatif ini diwujudkan melalui peluncuran tiga program penting: KIBAR, NTSP, dan COAST. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati.
Kerja sama ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kehutanan RI dan Kementerian Keuangan RI. Program-program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Hal ini sekaligus mendukung upaya konservasi alam di Indonesia.
Peluncuran program ini bertepatan dengan kunjungan Perwakilan Khusus Inggris untuk Alam, Ruth Davis, ke Indonesia. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen kedua negara dalam mencapai target iklim global. Ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan pemulihan lingkungan.
Inovasi Pembiayaan dan Kajian Ekonomi Konservasi
Salah satu pilar utama Kerja Sama Lingkungan RI-Inggris adalah program KIBAR (Kemitraan Investasi pada Bentang Alam Berkelanjutan). Program ini merupakan kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan RI. Tujuannya merancang kerangka pembiayaan berkelanjutan untuk taman nasional, termasuk Taman Nasional Way Kambas.
KIBAR memungkinkan peluncuran mekanisme keuangan inovatif yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati. Mekanisme ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pelestarian alam.
Selain itu, program NTSP (Nature Transition Support Programme) fokus pada kajian nilai ekonomi Taman Nasional Way Kambas. Kajian ini dipimpin oleh Kementerian Keuangan RI dan UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre (UNEP-WCMC). Hasilnya menyoroti kontribusi Way Kambas terhadap pariwisata, penyimpanan karbon, pertanian, dan mitigasi banjir.
Dorongan Ekonomi Biru dan Komitmen Inggris
Kerja Sama Lingkungan RI-Inggris juga mencakup penandatanganan Perjanjian Implementasi program COAST (Climate and Ocean Adaptation Sustainable Transition). Program ini didukung oleh Blue Planet Fund dari Inggris. COAST bertujuan mendorong budidaya perairan berkelanjutan, perikanan, dan ketangguhan masyarakat pesisir.
Program COAST sejalan dengan Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia. Perwakilan Khusus Inggris untuk Alam, Ruth Davis, mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia dalam menjaga aset lingkungan dan budaya. Inggris mengakui kekayaan alam Indonesia yang menopang keanekaragaman hayati global.
Davis menekankan peran penting Indonesia di forum global, khususnya dalam isu iklim dan alam. Peran ini krusial dalam mendorong upaya global untuk menjaga target iklim 1,5 derajat Celcius. Ini juga penting untuk membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030.
Visi Jangka Panjang Kemitraan Strategis
Minister-Counsellor untuk Pembangunan Inggris, Amanda McLoughlin, menyatakan komitmen Raja Charles III dan Presiden Prabowo terhadap alam dan konservasi. Program KIBAR diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Selain itu, program ini juga akan melindungi keanekaragaman hayati yang kaya.
McLoughlin menegaskan komitmen Inggris mendukung ekonomi yang berketahanan terhadap iklim. Inggris berupaya memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ini dilakukan demi kesejahteraan bagi semua pihak.
Iklim dan alam akan menjadi pilar utama dalam Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia. Kemitraan ini akan ditandatangani akhir tahun ini oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer. Kunjungan Ruth Davis ke Taman Nasional Way Kambas pada 28-30 Agustus 2025 memperkuat komitmen ini. Ini juga mendorong kolaborasi menuju COP30 di Brasil.
Sumber: AntaraNews