Prabowo Jajaki Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris dengan Russell Group di London
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan misi diplomatiknya di London dengan menjajaki Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris bersama Russell Group, kelompok universitas elite Inggris. Pertemuan ini diharapkan membuka peluang baru bagi pengembangan pendidik
Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan penting dengan Russell Group, sebuah konsorsium 24 universitas terkemuka di Inggris, di Lancaster House, London. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki potensi Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris yang lebih erat.
Agenda diplomatik ini berlangsung pada Selasa sore, 21 Januari, setelah Prabowo merampungkan pertemuan bilateral dengan Wakil PM Inggris David Lammy dan delegasi pengusaha. Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi internasional.
Dalam diskusi tertutup yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pertukaran pengetahuan, riset, dan program akademik antara kedua negara.
Delegasi Penting dan Representasi Universitas Terkemuka
Dalam pertemuan bersejarah di Lancaster House, Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang strategis. Hadir mendampingi antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Selain itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga turut serta dalam delegasi penting ini. Kehadiran para menteri ini mengindikasikan bahwa potensi Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris akan mencakup berbagai sektor dan disiplin ilmu.
Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Britania Raya merangkap Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional Desra Percaya, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, juga hadir. Mereka berperan penting dalam memfasilitasi dialog dan potensi kesepakatan.
Russell Group sendiri diwakili oleh pimpinan dari universitas-universitas papan atas Inggris, seperti University of Leeds, King's College London, Imperial College London, University of Cambridge, dan University of Oxford. Kehadiran mereka menunjukkan minat besar dari institusi pendidikan tinggi Inggris untuk berkolaborasi dengan Indonesia.
Rangkaian Kunjungan Diplomatik Prabowo di London
Pertemuan dengan Russell Group ini merupakan agenda ketiga dan terakhir Presiden Prabowo dalam rangkaian lawatannya di London pada hari Selasa tersebut. Sebelumnya, Prabowo mengawali agendanya dengan pertemuan penting di Kantor PM Inggris.
Pada siang hari, Presiden Prabowo bertemu empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah potensi kerja sama, termasuk di bidang maritim dan pendidikan, serta kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.
Selepas pertemuan dengan PM Starmer, Prabowo juga menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil PM Inggris David Lammy dan delegasi pengusaha Indonesia-Inggris. Rangkaian pertemuan ini menegaskan upaya intensif Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dan multisektoral dengan Britania Raya.
Fokus pada Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris dengan Russell Group menjadi puncak dari serangkaian dialog strategis ini. Ini menunjukkan prioritas pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi melalui kemitraan global.
Sumber: AntaraNews