Perkuat Kemitraan Iklim Indonesia Inggris, RI-UK Teken MoU Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Global

Indonesia dan Inggris memperkuat Kemitraan Iklim Indonesia Inggris melalui penandatanganan MoU dan LoI. Langkah ini menegaskan komitmen kedua negara dalam mitigasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Kemitraan Iklim Indonesia Inggris, RI-UK Teken MoU Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Global
Indonesia dan Inggris resmi menandatangani MoU penting untuk memperkuat kemitraan strategis dalam mengatasi perubahan iklim, mitigasi, dan adaptasi, serta mendorong pembangunan rendah karbon. (AntaraNews)

Indonesia dan Inggris menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis dalam pembangunan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim. Penegasan ini ditandai dengan penandatanganan dua perjanjian bilateral penting di sela-sela Belém Leaders Summit di Brasil.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret kedua negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global yang semakin mendesak. Melalui kesepakatan tersebut, Indonesia dan Inggris berupaya memperluas cakupan kolaborasi untuk mencapai target-target lingkungan yang ambisius.

Penandatanganan ini juga menyoroti peran aktif Indonesia dalam diplomasi lingkungan di kancah internasional. Delegasi Indonesia hadir dalam pertemuan penting yang menjadi persiapan menuju Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) tersebut.

Memorandum of Understanding (MoU) pertama ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, Ed Miliband, pada 7 November. Penandatanganan ini berlangsung di sela-sela Belém Leaders Summit.

Menurut Menteri Nurofiq, MoU tersebut bertujuan untuk memperluas kerja sama dalam mitigasi dan adaptasi iklim. Selain itu, kesepakatan ini juga akan memperkuat manajemen karbon dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang rendah karbon.

“Ini menekankan komitmen Indonesia terhadap mitigasi perubahan iklim dan memperkuat diplomasi lingkungan kita di tingkat global, yang sedang kita kejar saat ini,” ujar Nurofiq. Kemitraan Iklim Indonesia Inggris ini diharapkan membawa dampak signifikan.

Selain MoU, sebuah Letter of Intent (LoI) mengenai kerja sama lingkungan juga ditandatangani antara Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales di Rio de Janeiro. LoI ini membuka jalan bagi inisiatif-inisiatif baru.

Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak akan membentuk inisiatif baru untuk melibatkan sektor swasta dan finansial. Kerja sama juga akan diperkuat dalam penegakan hukum dan peningkatan koordinasi perlindungan keanekaragaman hayati serta pemberantasan kejahatan lingkungan.

Nurofiq menjelaskan bahwa LoI tersebut mencerminkan komitmen bersama kedua negara terhadap konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, dan perjuangan melawan perdagangan satwa liar ilegal serta kejahatan lingkungan lainnya. Kemitraan Iklim Indonesia Inggris ini menjadi bukti nyata.

Indonesia diwakili dalam Belém Leaders Summit oleh Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Beliau didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Pertemuan puncak yang diselenggarakan pada 6-7 November 2025 ini berfungsi sebagai pertemuan persiapan menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30). Acara ini mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas tantangan iklim global.

Kehadiran delegasi Indonesia dan penandatanganan perjanjian ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam berkontribusi pada agenda iklim internasional. Kemitraan Iklim Indonesia Inggris diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama antarnegara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi