Staf Kepresidenan Tinjau Kerusakan Infrastruktur di Padang Pariaman Pasca Banjir
Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari meninjau langsung kerusakan infrastruktur di Padang Pariaman akibat banjir dan longsor, memastikan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Muhammad Qodari, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Sabtu (29/11). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir dan longsor.
Dalam peninjauan tersebut, Qodari didampingi oleh Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Azis. Fokus utama kunjungan adalah melihat kerusakan pada jembatan dan akses jalan utama yang vital bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Peninjauan ini merupakan upaya pemerintah pusat untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai tingkat kerusakan. Data dan temuan di lapangan akan menjadi dasar untuk perencanaan perbaikan dan rehabilitasi yang tepat waktu dan terpadu.
Staf Kepresidenan Fokus pada Kerusakan Infrastruktur Vital
Muhammad Qodari menegaskan bahwa kunjungannya ke Padang Pariaman bertujuan untuk melihat langsung dampak bencana terhadap infrastruktur. "Saya datang langsung ke Padang Pariaman untuk melihat bagaimana kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana," ujar Qodari dalam keterangan yang diterima di Padang, Sabtu.
Kunjungan difokuskan di kawasan Jembatan Batang Anai, yang dilaporkan menjadi salah satu titik terparah pasca bencana. Berdasarkan tinjauan lapangan dan laporan dari Bupati, diketahui bahwa setidaknya 18 jembatan di Padang Pariaman mengalami kerusakan, termasuk empat unit jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai dan 14 jembatan kecil yang ambruk.
Selain jembatan, bencana juga menyebabkan terputusnya 14 hingga 16 ruas jalan, mengakibatkan sejumlah kawasan sempat terisolasi. Kondisi ini sangat menghambat akses dan mobilitas warga, serta berdampak pada distribusi logistik dan kegiatan ekonomi.
Pemerintah pusat berkomitmen untuk mengumpulkan semua data kerusakan. "Topik dasar hari ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur di Padang Pariaman, semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya,” tambah Qodari.
Dampak Bencana dan Kondisi Warga Terdampak
Selain meninjau infrastruktur, Kepala Staf Kepresidenan juga mengecek perkembangan kondisi warga yang terdampak oleh bencana. Ia menyambut baik laporan bahwa banjir telah surut sekitar 80 persen, dan sebagian besar warga sudah kembali ke rumah mereka.
Proses pembersihan lingkungan juga telah dilakukan dengan bantuan dari TNI dan Polri. Namun, Qodari menyoroti bahwa masih ada warga yang mengungsi, terutama mereka yang rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus. "Sebagian warga masih ada mengungsi terutama yang rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus, ini harus dipastikan penanganannya," tegas Qodari.
Qodari juga menyoroti dampak ekonomi akibat terputusnya Jalan Lintas Utama di kawasan Lembah Anai. Banyak warung dan usaha kecil terpaksa tutup karena sepinya arus kendaraan, yang memperlambat pemulihan ekonomi lokal. "Perbaikan perlu segera, bukan hanya untuk mobilitas tetapi untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” terangnya.
Langkah Koordinasi Pemerintah untuk Rehabilitasi
Kepala Staf Kepresidenan memastikan bahwa seluruh temuan dan laporan di lapangan akan dibawa ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti secara koordinatif. Harapannya, seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam dapat berjalan cepat, tepat, dan terpadu.
"Ini semua nanti akan direview secara keseluruhan, penanganan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga Sumatera Utara dan Aceh,” jelas Qodari, menunjukkan cakupan penanganan yang lebih luas. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pusat memiliki perhatian serius terhadap penanganan dampak bencana di berbagai wilayah.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menjelaskan bahwa kerusakan jembatan menjadi tantangan besar karena berdampak langsung pada akses warga. Bahkan di beberapa wilayah, warga terpaksa harus memutar hingga 20 kilometer akibat jembatan utama terputus.
Bupati John Kennedy menambahkan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak terus dipenuhi oleh pemerintah daerah. "Insyaa Allah kebutuhan dasar terpenuhi. Sesuai arahan pemerintah pusat, yang utama adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan mereka tidak kekurangan makanan,” pungkasnya.
Sumber: AntaraNews