Soreang Bandung Diterjang Puting Beliung, 13 Bangunan Rusak dan 3 Orang Terluka
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Benny Sonjaya mengkonfirmasi hal tersebut.
Angin puting beliung menerjang wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (19/9). Bencana ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan dilaporkan mengakibatkan beberapa warga mengalami luka-luka.
Video kejadian angin puting beliung ini, tersiar juga di media sosial. Pada beberapa tayangan tampak angin menerjang dahsyat menggoyang pohon dengan hebat dan menerbangkan seng yang diduga atap sebuah bangunan. Tampak juga video amatir yang memperlihatkan dampak pasca kejadian itu.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Benny Sonjaya mengkonfirmasi hal tersebut. Benny mengatakan kejadiannya menjelang pukul 13.00 WIB. Angin puting beliung itu menurutnya datang dari arah pasar di kawasan Soreang.
“Iya, itu sekitar jam 1 kurang, terjadi angin. Arahnya dari pasar, sekitar jam 1an,” ungkapnya saat dihubungi wartawan pada Jumat (19/8).
Ia mengatakan pihak BPDB Kabupaten Bandung telah selesai melakukan assessment terhadap dampak dari angin puting beliung itu. Sejumlah bangunan yang terdampak antara lain berada di Kampung Sukamanah, Kampung Pajagalan, Kampung Bandawa, dan Sukarame.
“Total rumah yang terdampak itu kurang lebih ada 13,” ungkapnya saat dihubungi wartawan pada Jumat (19/8).
Ia menjelaskan dampak yang dialami bangunan-bangunan itu umumnya terjadi pada bagian genting dan atap. Untuk kerusakan yang tergolong ringan telah lantas ditanggulangi oleh warga.
“Dan kalau yang parahnya kita bantu dengan terpal ditutup atapnya,” imbuhnya.
Selain berdampak pada rusaknya atap bangunan, Benny mengungkap sebanyak 3 orang warga menderita luka. Kendati begitu, ia memastikan ketiganya telah mendapatkan pertolongan medis.
“Alhamdulillah sudah ditangani rumah sakit Hermina,” katanya.
Terkait kejadian ini, ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem, seperti hujan deras disertai petir dan angin. Ia pun mengingatkan warga agar lekas keluar rumah, apabila terjadi terjangan angin kencang.
“Kalau terjadi seperti ada angin segera untuk keluar rumah begitu,” tuturnya.
Sementara itu, seorang warga yang rumahnya terdampak, Irma Rahayu mengatakan bahwa kerugian yang diderita akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp12 juta.
“Yang rusak kanopi ini sama genting-genting juga bocor sama CCTV juga jatoh dan kerugian ada sekitar Rp.12 juta an lah," ucap Irma kepada wartawan, Jumat (19/9).
Saat kejadian, ia mengaku dirinya baru tiba di rumah dan melihat baliho terbang sebelum angin puting beliung itu menerjang rumahnya. Melihat itu, Irma sendiri lekas keluar dari rumahnya.
"Tadi baru pulang, baru duduk beberapa menit, kelihatan seperti ada layangan tapi ternyata angin bawa kain baliho atau apa ya dan saya langsung keluar buka pintu, dari arah pasar anginya tambah gede dan berterbangan," katanya.