Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Kulon Progo Gencarkan Pembersihan Pasar Wates
Ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan Pemkab Kulon Progo gencar melakukan Pembersihan Pasar Wates secara rutin, wujudkan lingkungan bersih dan edukasi pengelolaan sampah yang benar.
Ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan aksi Pembersihan Pasar Wates. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 20 Februari, sebagai upaya rutin menjaga kebersihan fasilitas publik. Pasar Wates sendiri merupakan wajah Kota Wates, sehingga kebersihannya menjadi prioritas utama.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turut hadir langsung memantau jalannya kegiatan kebersihan ini. Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan rutin yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan di titik-titik vital publik. Ini juga menjadi implementasi kebijakan nasional yang diterapkan di daerah.
Kegiatan Pembersihan Pasar Wates ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan rutin setiap Selasa dan Jumat. Sinergi kuat antarberbagai instansi menjadi kunci keberhasilan aksi ini. Pelibatan TNI dan Polri sangat krusial dalam menggerakkan massa, didukung perangkat daerah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perdagangan dan Pasar.
Sinergi Kuat untuk Kebersihan Lingkungan
Bupati Agung Setyawan menekankan bahwa keberhasilan aksi Pembersihan Pasar Wates didasari oleh sinergi kuat antarberbagai instansi. Pelibatan TNI dan Polri sangat krusial dalam menggerakkan massa. Mereka didukung oleh perangkat daerah terkait sesuai dengan lokasi sasarannya.
Contohnya, saat pembersihan di pasar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Perdagangan dan Pasar turut berpartisipasi aktif. Paguyuban pasar juga dilibatkan untuk memastikan partisipasi menyeluruh. Gerakan ini akan masif dilakukan hingga ke tingkat wilayah, menjangkau pasar-pasar daerah dan fasilitas umum lainnya.
Di setiap kapanewon (kecamatan), aksi serupa digerakkan oleh panewu (camat), Danramil, dan Kapolsek setempat. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan secara merata. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kulon Progo.
Edukasi dan Tata Kelola Sampah Berkelanjutan
Selain Pembersihan Pasar Wates, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat mengenai tata kelola sampah yang benar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru, menjelaskan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan lagi tempat membuang segala jenis sampah.
Menurutnya, sampah organik harus selesai di hulu, yaitu di tingkat rumah tangga atau institusi, untuk dikelola sendiri. Sementara itu, sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi harus masuk ke bank sampah untuk diolah kembali. Hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang diperbolehkan masuk ke TPA.
Duana Heru juga memberikan peringatan keras terkait bahaya membakar sampah plastik secara sembarangan. Pembakaran plastik menghasilkan dua gas sangat berbahaya, furan dan dioksin, yang merupakan penyebab kanker, leukemia, dan ISPA. Baik asap maupun abunya sangat beracun bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Oleh karena itu, insinerator harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan lolos uji emisi gas buang. Ini penting untuk memastikan furan dan dioksin dapat dihilangkan secara efektif. Kegiatan rutin ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kulon Progo dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menjadikan Kota Wates sebagai kawasan yang nyaman dan sehat.
Sumber: AntaraNews