Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar aksi kerja bakti massal di Pasar Sayur setempat pada Jumat (27/3) untuk mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Aksi bersih-bersih pasar tradisional ini dipimpin langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan, Saif Muchlissun. Inisiatif ini juga merupakan bagian integral dari Gerakan Jumat-Minggu Bersih (JUMINGSIH) yang secara aktif digencarkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Magetan.
Melalui kegiatan ini, Bupati Nanik menekankan pentingnya peran serta pedagang dalam menjaga kebersihan. Beliau meminta agar sampah dikumpulkan setelah selesai berjualan, sebagai langkah awal menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertata dan higienis.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Indonesia ASRI di Pasar Sayur Magetan tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih fisik, tetapi juga mengemban misi edukasi penting bagi para pedagang. Tujuannya adalah mendorong praktik pengolahan sampah yang lebih baik, khususnya pemilahan antara sampah organik dan anorganik.
Sampah yang telah dipilah diharapkan dapat dikumpulkan di tempat penampungan yang telah disediakan, sehingga tidak lagi berserakan dan mencemari area pasar. Bupati Nanik menjelaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai kontrol dan sarana edukasi efektif.
"Kegiatan ini untuk cek dan kontrol, serta edukasi kepada pedagang pasar agar mengumpulkan sampah dalam satu tempat sehingga tidak berserakan," ujar Bupati Nanik. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Magetan dalam mengubah kebiasaan pengelolaan sampah di kalangan pedagang.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan, Saif Muchlissun, turut menegaskan instruksi kepada para pedagang untuk menyediakan tempat sampah di masing-masing lapak mereka. Setelah terkumpul, sampah tersebut kemudian dapat dibuang ke penampungan sampah milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Muchlissun menyatakan, "Kita memberi edukasi para pedagang agar mengumpulkan sampahnya, yang nantinya seluruh sampah akan ditampung di tempat sampah milik Disperindag." Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dari hulu hingga hilir di lingkungan pasar.
Pihaknya juga secara gencar melakukan kerja bakti bersih-bersih secara bergiliran di berbagai fasilitas umum (fasum) lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong peran aktif masyarakat luas dalam mewujudkan cita-cita Indonesia ASRI yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Advertisement
Advertisement
Upaya kolektif Pemkab Magetan melalui kerja bakti dan edukasi ini memiliki tujuan jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi penting bagi kenyamanan dan kesejahteraan seluruh warga Magetan.
Kegiatan kerja bakti bersih-bersih sampah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi aktif dalam menjaga kebersihan area publik, khususnya di pusat-pusat keramaian seperti pasar.
"Dengan adanya kegiatan kerja bakti bersih-bersih sampah, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Magetan," pungkas Muchlissun. Pernyataan ini menggarisbawahi visi besar di balik setiap aksi kebersihan yang dilakukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews