Sinabang Diguncang Gempa 6,3 M, Getaran Terasa Hingga Sejumlah Wilayah Aceh
Gempa itu terasa di beberapa wilayah di sekitar Sinabang, Aceh.
Hari ini, Kamis (27/11), wilayah Sinabang, Aceh, mengalami guncangan gempa. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kekuatan 6,3 magnitudo. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 62 km barat laut Sinabang, dengan koordinat 2,67 LU dan 95,84 BT. Kedalaman gempa ini tercatat mencapai 10 km.
Guncangan gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah sekitar Sinabang, termasuk Aceh Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, dan Aceh Tenggara. Selain itu, daerah lain seperti Semeulue, Singkil, Subulussalam, Kabanjahe, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe, Medan, Silangit, dan Berastagi juga merasakan dampak dari gempa ini. Kejadian ini menambah daftar bencana alam yang sering melanda wilayah tersebut.
Apa yang dimaksud dengan gempa bumi?
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan besar. Fenomena ini dapat terjadi kapan saja dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Indonesia adalah salah satu negara yang berada di kawasan rawan gempa, sehingga risiko terjadinya bencana ini cukup tinggi. Dampak dari gempa bumi tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian material yang signifikan. Menurut WHO, "secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017." Selain itu, lebih dari 125 juta orang mengalami dampak akibat gempa bumi dalam periode tersebut, menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan oleh bencana ini.
Tanggapan terhadap bencana gempa bumi perlu dilakukan dengan cepat dan efektif
Walaupun tidak dapat dihindari, gempa bumi merupakan bencana yang bisa dihadapi dengan berbagai cara. Salah satu pendekatan untuk menghadapi gempa bumi adalah dengan meningkatkan kesadaran akan risiko yang ditimbulkan.
Misalnya, penting untuk memahami prosedur evakuasi dan mengikuti pedoman keselamatan saat bencana ini terjadi.
Menurut BNPB, gempa bumi didefinisikan sebagai getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat interaksi antara lempeng-lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas vulkanik, atau runtuhan batuan.
Sementara itu, BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan fenomena bergetarnya bumi akibat pelepasan energi mendadak di dalam bumi, yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan di kerak bumi.
WHO juga menyatakan bahwa gempa bumi adalah guncangan yang kuat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di sepanjang garis patahan pada kerak bumi.
Dampak dari gempa bumi dapat berupa goncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran, dan bahkan tsunami.
Persiapkan diri Anda sebelum gempa bumi terjadi
Persiapan dan Tindakan Saat Gempa Bumi
Sebelum Terjadi Gempa
Langkah pertama yang perlu Anda ambil adalah memastikan bahwa bangunan dan lokasi rumah Anda aman dari potensi bahaya seperti longsor atau likuefaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi jika diperlukan agar struktur bangunan lebih tahan terhadap gempa bumi.
Penting untuk mengenali lingkungan kerja Anda dengan baik, termasuk posisi pintu, lift, dan tangga darurat. Pastikan Anda mengetahui tempat yang paling aman untuk berlindung saat gempa terjadi.
Pelajari keterampilan pertolongan pertama dan cara menggunakan alat pemadam kebakaran. Juga, catat nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat gempa bumi berlangsung.
Atur perabotan rumah agar menempel kuat pada dinding guna mencegahnya jatuh atau bergeser ketika gempa terjadi. Pastikan benda-benda berat diletakkan di bagian bawah untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Periksa kestabilan benda-benda yang menggantung agar tidak jatuh saat gempa. Simpanlah bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman dan tidak mudah pecah. Selalu matikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan.
Siapkan alat-alat penting di setiap lokasi, seperti kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, makanan suplemen, dan air.
Saat Terjadi Gempa
Apabila Anda berada di dalam bangunan, lindungi diri Anda dengan bersembunyi di bawah meja untuk melindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan. Jika memungkinkan, cari tempat yang aman dan segera keluar dari bangunan.
Jika Anda berada di luar bangunan, jauhi gedung, tiang listrik, dan pohon yang bisa runtuh. Perhatikan tanah di sekitar Anda dan hindari area yang mungkin mengalami rekahan.
Bila Anda sedang mengemudikan mobil, segera keluar dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari risiko pergeseran tanah atau kebakaran.
Jika Anda berada di pantai, segera menjauh untuk menghindari ancaman tsunami. Bagi yang tinggal di daerah pegunungan, hindari area yang berisiko longsor saat gempa terjadi.
Setelah Terjadi Gempa
Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dengan tertib dan hindari menggunakan lift atau tangga berjalan. Gunakan tangga biasa dan periksa apakah ada yang terluka, lakukan pertolongan pertama, dan hubungi bantuan jika ada yang mengalami luka serius.
Periksa lingkungan sekitar Anda untuk memastikan tidak ada kebakaran, kebocoran gas, atau hubungan arus pendek listrik. Cek juga aliran dan pipa air untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin ada.
Jangan memasuki bangunan yang telah terkena gempa, karena ada kemungkinan masih ada reruntuhan. Selain itu, hindari berjalan di area yang terkena gempa, karena risiko bahaya susulan masih ada.
Dengarkan informasi terkini mengenai gempa dari radio, terutama jika ada gempa susulan. Hindari terpancing oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Jika diminta, isi angket dari instansi terkait untuk membantu penilaian kerusakan. Tetap tenang dan jangan lupa untuk selalu berdoa.