Analisis Badan Geologi soal Gempa Palu M4,8 Akibat Sesar Aktif
Gempa bumi berkekuatan 4,8 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal.
Gempa dengan magnitudo 4,8 telah mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, akibat aktivitas sesar aktif yang memiliki mekanisme sesar normal. Hal ini disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah melakukan analisis.
"Merujuk kepada BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kota Palu dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), Parigi dengan intensitas IV MMI, dan Poso III MMI. Daerah ini terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena tidak menyebabkan deformasi bawah laut," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam keterangan tertulis, Bandung, Rabu (3/9).
Wafid menjelaskan bahwa pusat gempa bumi terletak di laut, dan wilayah sekitarnya didominasi oleh perbukitan bergelombang serta pantai berteluk dengan morfologi datar-landai. Selain itu, kondisi litologi di wilayah ini didominasi oleh batuan kapur berumur tersier, batuan sedimen berupa batu pasir tufaan berumur kuarter, serta endapan aluvial yang hanya terdapat di muara sungai.
"Batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi," jelas Wafid. Kekerasan batuan permukaan ini dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan, di mana batuan yang lebih muda atau telah mengalami pelapukan cenderung memiliki kekerasan yang lebih rendah.
Wilayah yang terdekat dengan pusat gempa diklasifikasikan ke dalam kelas tanah E (tanah lunak), terutama di daerah tepi pantai, serta kelas tanah D (tanah sedang) dan kelas tanah C (tanah keras) di area perbukitan.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat hujan. Bangunan di daerah rawan gempa diharapkan dapat mematuhi kaidah bangunan tahan gempa untuk meminimalkan risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi," ungkap Wafid.
Selain itu, imbauan lain yang disampaikan pasca-gempa ini juga tercatat oleh The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 0,970 LS - 120,344 BT, dengan magnitudo M5,0 pada kedalaman 45.8 km.
Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,89 LS - 120,45 BT, dengan magnitudo 4,8 mb pada kedalaman 10 km. Masyarakat diimbau untuk mengamati dan mematuhi rambu evakuasi yang ada.
"Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi bangunan setelah gempa. Tetap tenang, ikuti arahan dan informasi dari petugas BPBD setempat, serta waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan. Jangan terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," tutup Wafid.
Persiapkan Diri Hadapi Gempa Bumi
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diambil sebelum, selama, dan setelah terjadinya gempa bumi. Sebelum Gempa: Pastikan struktur dan lokasi rumah Anda aman dari risiko yang ditimbulkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi pada bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
Selain itu, kenali lingkungan tempat Anda bekerja dengan memperhatikan posisi pintu, lift, dan tangga darurat. Penting juga untuk mengetahui lokasi yang paling aman untuk berlindung.
Selain itu, pelajari cara melakukan pertolongan pertama dan penggunaan alat pemadam kebakaran. Catat nomor telepon penting yang perlu dihubungi saat terjadi gempa. Susun perabotan agar terpasang kuat pada dinding untuk mencegahnya jatuh atau bergeser saat gempa. Pastikan benda berat diletakkan di bagian bawah dan periksa kestabilan benda yang tergantung agar tidak jatuh saat gempa.
Simpan bahan mudah terbakar di tempat yang tidak mudah pecah untuk menghindari kebakaran. Selalu matikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan. Siapkan alat-alat penting di setiap lokasi, seperti kotak P3K, senter, radio, makanan suplemen, dan air.
Saat Terjadi Gempa: Jika Anda berada di dalam bangunan, lindungi diri Anda dengan bersembunyi di bawah meja dan cari tempat yang aman dari reruntuhan. Jika memungkinkan, segera keluar dari bangunan. Apabila Anda berada di luar, hindari bangunan, tiang listrik, dan pohon di sekitar. Perhatikan tempat pijakan Anda dan hindari area yang mungkin mengalami rekahan tanah.
Jika sedang mengemudikan mobil, segera keluar dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari pergeseran atau kebakaran. Jika Anda berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari tsunami. Bagi yang tinggal di daerah pegunungan, hindari lokasi yang berpotensi terjadi longsoran saat gempa.
Setelah Terjadi Gempa: Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dengan tertib dan jangan menggunakan lift atau tangga berjalan; gunakan tangga biasa. Periksa apakah ada yang terluka dan lakukan pertolongan pertama jika diperlukan. Segera hubungi atau minta bantuan jika ada luka parah. Periksa lingkungan sekitar Anda untuk mengetahui adanya kebakaran, kebocoran gas, atau arus pendek listrik.
Pastikan juga untuk memeriksa aliran dan pipa air, serta identifikasi potensi bahaya. Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena ada risiko reruntuhan. Hindari berjalan di dekat area gempa karena kemungkinan ada bahaya susulan.
Dengarkan informasi terkini mengenai gempa dari radio dan jangan terpancing oleh berita yang tidak jelas sumbernya. Isi angket yang disediakan oleh instansi terkait untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi. Tetap tenang dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan demi keselamatan kita semua.