Seorang warga bernama Deice Lahia dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan KONI Sulut saat gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis 2 April 2026. Deice adalah kakak dari Ilham Lahia, seorang legenda tinju nasional yang pernah mencapai babak 16 besar Olimpiade Seoul pada tahun 1998.
"Saat terjadi gempa, kami semua berhamburan keluar dari rumah. Kami sudah memanggil Oma Dei, tapi dia masih tetap duduk di depan halaman rumah," ungkap Stevi Pude, salah satu tetangga Deice yang tinggal berdekatan dengan warungnya.
Warga yang berasal dari Kabupaten Minahasa, Sulut itu kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado.
"Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun," kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng.
Diketahui bahwa Deice tertimpa reruntuhan bangunan KONI Sulut saat berada di salah satu sisi halaman KONI. Usianya yang sudah lanjut membuatnya tidak dapat berbuat banyak saat gempa terjadi. "Korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado," tambah Nuriadin.
Advertisement
Korban Kakak Mantan Petinju Nasional
Sementara itu, Jacky, seorang warga Manado, mengonfirmasi bahwa Deice adalah kakak kandung dari mantan petinju nasional Ilham Lahia. "Yang meninggal itu kakak dari Ilham Lahia," ujar Jacky.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, Bonix Saweho juga membenarkan informasi bahwa korban adalah kakak mantan petinju nasional yang berlaga di Olimpiade Athena pada tahun 2004.
Ilham Lahia sendiri merupakan bagian dari tim tinju Indonesia yang berangkat ke Korea Selatan. Perjalanan Ilham di Seoul sangat mengesankan, di mana ia berhasil memenangkan pertandingan pertama melawan petinju asal Senegal, Abdou Bakhr Diop, dengan angka mutlak 5-0.
Pada babak kedua, Ilham meraih kemenangan KO atas petinju Mesir, Mohamed Hegazi, di ronde pertama, yang menjadi salah satu momen paling berkesan bagi petinju Indonesia di Olimpiade tersebut.
Namun, di babak ketiga atau 16 besar, langkah Ilham terhenti setelah mengalami kekalahan angka dari petinju tuan rumah, Lee Jae-Hyuk. Meskipun demikian, prestasi yang diraihnya tetap dikenang sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah tinju Indonesia di ajang internasional.
Advertisement
Antisipasi Gempa Bumi
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah terjadinya gempa bumi.
Sebelum: - Pastikan bahwa struktur serta lokasi rumah Anda aman dari risiko yang dapat ditimbulkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi pada bangunan Anda agar lebih tahan terhadap gempabumi. - Kenali lingkungan di sekitar tempat kerja Anda, termasuk lokasi pintu, lift, dan tangga darurat. Penting juga untuk mengetahui tempat yang paling aman untuk berlindung. - Pelajari cara melakukan pertolongan pertama (P3K) dan penggunaan alat pemadam kebakaran. - Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi saat terjadi gempabumi. - Susun perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk mencegah jatuh atau bergeser saat gempa terjadi. - Tempatkan benda berat di bagian bawah dan periksa stabilitas benda yang tergantung agar tidak jatuh saat gempabumi. - Simpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang tidak mudah pecah untuk menghindari kebakaran. - Selalu matikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan. - Siapkan peralatan penting di setiap lokasi, seperti kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, makanan suplemen, dan air.
Saat Terjadi Gempa Bumi: - Jika Anda berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan tubuh Anda dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja atau mencari tempat yang aman dari guncangan. Jika memungkinkan, segera keluar dari bangunan. - Jika Anda berada di luar ruangan, hindari mendekati bangunan, tiang listrik, atau pohon. Perhatikan tempat pijakan Anda dan hindari area yang mungkin mengalami rekahan tanah. - Jika Anda sedang mengemudikan mobil, segera keluar dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari kemungkinan pergeseran atau kebakaran. - Jika Anda berada di pantai, jauhi area tersebut untuk menghindari tsunami. - Jika Anda tinggal di daerah pegunungan, hindari area yang berpotensi mengalami longsoran saat gempabumi terjadi.
Setelah Terjadi Gempa Bumi: - Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dengan tertib; jangan gunakan tangga berjalan atau lift, tetapi gunakan tangga biasa. Periksa apakah ada yang terluka dan lakukan P3K. Segera hubungi atau minta bantuan jika ada luka parah. - Periksa lingkungan sekitar Anda untuk memastikan tidak ada kebakaran, kebocoran gas, atau hubungan arus pendek listrik. Cek juga aliran dan pipa air untuk mengidentifikasi potensi bahaya. - Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa, karena ada kemungkinan masih ada reruntuhan. - Hindari berjalan di area sekitar gempa, karena risiko terjadinya bahaya susulan masih ada. - Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio, terutama jika ada gempa susulan. Jangan mudah percaya pada isu atau berita yang tidak jelas sumbernya. - Isi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi. - Tetap tenang dan ingat untuk selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semua.