BMKG Catat 93 Gempa Susulan di Sulut dan Malut Usai Diguncang Magnitudo 7,6
BMKG akan terus memantau frekuensi pergerakan gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 93 aktivitas gempa bumi susulan di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) pagi.
“Ini adalah hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WITA, itu telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan Bapak Ibu sekalian dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Sulawesi Utara, Kamis (2/3).
Faisal mengatakan, BMKG akan terus memantau frekuensi pergerakan gempa. Dia mengatakan bahwa tren gempa bumi susulan biasanya terjadi satu hingga dua hari. Meski begitu, kondisi ini bisa saja terjadi hingga dua minggu.
“Ini adalah frekuensi yang terus kita pantau. Biasanya setelah satu atau dua hari trennya. Nanti akan kita pelajari apakah dapat berakhir dalam satu minggu, kadang-kadang dua minggu, ini tergantung situasi di sana," ujar dia.
Intensitas Gempa
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan mengenai intensitas terjadinya dampak gempa bumi. Dia mengatakan, dampak dengan intensitas tertinggi yaitu intensitas 5 sampai 6 MMI.
"Itu getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan semua terkejut lari ke luar, plested dinding jatuh, dan cerobong asap pabrik rusak apabila ada, kerusakan ringan," jelas dia.
Faisal mengungkap bahwa dampak getaran seperti ini terjadi di Kota Ternate dan Kota Manado, sehingga dirasakan oleh hampir semua masyarakat. Kemudian, intensitas dampak getaran 2 sampai 3 dirasakan di beberapa titik, seperti Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Bone Selatan, dan Pohuwato.
Selain itu, Faisal mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan keaktivifan dari gunung api aktif di daerah Malukuk Utara. Kondisi ini diakibatkan adanya pergeseran pada gempa pagi ini.
Faisal juga mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan informasi-informasi yang diberikan resmi dari BMKG.
"Kami mengimbau agar tetap memastikan informasi resmi yang bersumber dari BMKG," kata Faisal.