Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak Gempa Sesar Lembang dan Kertasari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat tentang potensi aktivitas seismik di Sesar Lembang dan Kertasari.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait aktivitas seismik di daerah Sesar Lembang dan Sesar Kertasari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menginformasikan bahwa mereka telah menerbitkan Surat Edaran mengenai Himbauan untuk Meningkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Terhadap Potensi Kegempaan dengan nomor 300.2.3./1076/PK/BPBD pada tanggal 20 Agustus 2025.
“Surat Edaran tertanggal 20 Agustus 2025 ini disampaikan kepada para kepala badan, para kepala dinas, dan para camat se-Kabupaten Bandung untuk disosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, atas dasar menyikapi kejadian gempa bumi yang beberapa waktu ini terjadi di Kabupaten Bandung dengan pola yang sama (terjadi di satu segmen sesar),” ujar Cakra, di Bandung, pada Sabtu (23/8).
Menurut informasi dari Google Maps, panjang Sesar Lembang terukur sekitar 22 km berdasarkan citra satelit. Penelitian lain menunjukkan bahwa panjangnya berkisar antara 20 hingga 27 km.
Karena adanya perbedaan data tersebut, teknologi mutakhir yang didukung oleh penginderaan jarak jauh LIDAR (Light Detection and Ranging) memperkirakan bahwa total panjang Sesar Lembang yang teridentifikasi adalah 29 km.
Sesar ini membentang dari barat, dimulai di daerah Padalarang, melewati Ngamprah, Cihideung, Lembang, hingga Bukit Batu Lonceng (Cimenyan). Sementara itu, di sisi timur, sesar ini melintasi Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, dan berlanjut hingga ke Kabupaten Bandung.
Cakra juga menambahkan bahwa peningkatan aktivitas seismik di segmen barat Sesar Lembang (Segmen Cimeta) telah teramati sejak 24 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 24 Juli 2025, magnitudo kegempaan tercatat sebesar 1,8, pada 28 Juli 2025 mencapai 2,1, kemudian pada 14 Agustus 2025 magnitudo kegempaan kembali turun menjadi 1,9, dan pada 15 Agustus 2025 kembali ke angka 1,8. Peningkatan ini menunjukkan adanya potensi risiko yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Sesar Kertasari
Pada tanggal 15 Agustus 2025, terjadi serangkaian gempa tektonik di area Sesar Kertasari dengan magnitudo 2,0.
Selanjutnya, pada 17 Agustus 2025, gempa kembali terjadi dengan magnitudo 1,3, dan pada 18 Agustus 2025, magnitudo kegempaan tercatat 1,7.
Lokasi Sesar Kertasari terletak di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sesar ini merupakan sesar baru yang berjarak sekitar 6,61 km ke arah barat dan sejajar dengan Sesar Garsela.
"Berdasarkan informasi dari BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa Indonesia sebagai wilayah Zona Subduksi memiliki potensi gempa bumi yang dapat melepaskan energi gempa signifikan dan dapat terjadi sewaktu-waktu dengan berbagai skala kekuatan," ujar Cakra.
Cakra menekankan pentingnya menyampaikan informasi kepada masyarakat Kabupaten Bandung mengenai peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa.
Hal ini dikarenakan, menurutnya, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi dengan tepat serta berapa kekuatannya.
"Berdasarkan kajian para ahli terkait Sesar Lembang merupakan potensi bukan prediksi, sehingga siapapun tidak akan bisa memprediksi kapan terjadinya gempa bumi," jelas Cakra.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi di wilayah tersebut, terutama mengingat potensi gempa yang ada di Indonesia sebagai negara yang terletak di jalur subduksi.
Tekan risiko
Cakra menginginkan agar masyarakat di Kabupaten Bandung dapat mengambil tindakan dan langkah-langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman gempa bumi serta dampak yang mungkin ditimbulkannya.
Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi peningkatan edukasi, sosialisasi, dan literasi kepada warga, serta pelaksanaan simulasi penyelamatan diri saat terjadinya gempa bumi.
"Untuk para camat agar menginformasikan kepada warga masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana gempa bumi, tetapi harus tetap tenang dan tidak menjadikan hal ini sebagai kepanikan," tutur Cakra.
Menurut Cakra, beragam langkah dan upaya kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana gempa bumi harus terus dilakukan, seperti melakukan pemantauan secara berkala untuk memperoleh informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana.
Informasi tersebut dapat diakses melalui website atau media lain dari lembaga yang berwenang, seperti BMKG dan PVMBG, yang berkaitan dengan aktivitas seismik dan kegempaan di wilayah Kabupaten Bandung.
Apabila bencana alam terjadi, Cakra menyarankan masyarakat untuk menghubungi Call Center 0851-6290-1129 yang dimiliki oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Bandung.
Bersiap Menghadapi Gempa
Menurut laporan dari Liputan6, apabila Anda menghadapi situasi guncangan akibat gempa, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.
Sebelum Terjadi Gempa: Pertama, pastikan bahwa struktur dan lokasi rumah Anda aman dari potensi bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi.
Lakukan evaluasi dan renovasi pada bangunan Anda untuk mengurangi risiko kerusakan akibat gempa. Selain itu, penting untuk mengenali lingkungan kerja Anda dengan memperhatikan posisi pintu, lift, dan tangga darurat.
Ketahui pula tempat yang paling aman untuk berlindung dalam situasi darurat. Selain itu, pelajari juga tentang fungsi P3K dan alat pemadam kebakaran.
Selalu siapkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi saat terjadi gempa. Susun perabotan di rumah agar menempel kuat pada dinding, sehingga tidak mudah jatuh atau bergeser saat gempa.
Tempatkan barang-barang berat di bagian bawah, dan periksa kestabilan benda yang tergantung untuk mencegahnya jatuh. Untuk barang-barang yang mudah terbakar, simpan di tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
Pastikan juga untuk mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan. Terakhir, selalu siapkan alat penting seperti Kotak P3K, senter, radio, makanan, dan air.
Saat Terjadi Gempa: Ketika merasakan guncangan gempa dalam bangunan, lindungi diri Anda dengan bersembunyi di bawah meja atau mencari tempat aman dari reruntuhan.
Jika memungkinkan, segera keluar gedung untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman. Jika Anda berada di luar bangunan atau area terbuka, hindari gedung, tiang listrik, dan pohon di sekitar Anda.
Perhatikan juga tempat di mana Anda berdiri dan hindari area yang mungkin mengalami rekahan tanah. Jika Anda mengendarai mobil saat gempa, segeralah keluar dan menjauh dari kendaraan.
Hindari mendekati mobil jika ada pergeseran atau kebakaran. Jika Anda berada di pantai saat gempa terjadi, segera menjauh dari pantai dan cari lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami.
Bagi Anda yang tinggal di daerah pegunungan, hindari daerah yang berpotensi mengalami longsoran setelah gempa bumi.
Setelah Terjadi Gempa: Jika Anda berada di dalam bangunan saat gempa, keluar dengan tertib dan hindari menggunakan lift atau tangga berjalan; gunakan tangga biasa.
Periksa apakah ada yang terluka dan lakukan pertolongan pertama jika diperlukan. Segera periksa lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada kebakaran dan periksa aliran serta pipa air untuk menghindari bahaya.
Hindari mendekati bangunan yang telah terkena gempa, karena kemungkinan ada reruntuhan yang masih berbahaya. Jangan berjalan di area sekitar gempa untuk menghindari bahaya susulan.
Dengarkan informasi mengenai gempa dari radio untuk mendapatkan update jika terjadi gempa susulan. Hindari mempercayai isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
Jika ada angket dari instansi terkait, isi untuk melaporkan kerusakan yang terjadi. Yang terpenting, tetap tenang dan ingat untuk selalu berdoa kepada Tuhan demi keselamatan kita semua.