Seskab Teddy Cek Langsung Program Magang Nasional: Peserta Rasakan Banyak Manfaat
Peserta Magang Nasional merasa program tersebut menjadi bekal penting bagi para lulusan baru atau fresh graduate.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengecek salah satu pelaksanaan program Magang Nasional di perusahaan swasta kosmetik terbesar di Indonesia, merek dan karya anak bangsa, Paragon, Selasa (27/1). Dia didampingi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Teddy mengatakan peserta Magang Nasional mendapat banyak manfaat dari program tersebut. Mulai dari, mendapat pengalaman dan keterampilan bekerja hingga mendapat uang saku atau gaji setara upah minimum kota/kabupaten (UMK) dari pemerintah.
"Peserta magang mendapat banyak sekali manfaat, antara lain: mendapat pengalaman dan keterampilan bekerja, mendapat pembimbingan serta pelatihan dari mentor, mendapat uang saku atau gaji sebesar Upah Minimum Kota / Kabupaten," kata Teddy dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (27/1).
Selain itu, kata dia, peserta Magang Nasional merasa program tersebut menjadi bekal penting bagi para lulusan baru atau fresh graduate dalam menentukan karir kedepannya. Teddy menuturkan program Magang Nasional juga memberikan keuntungan bagi perusahaan.
"Dengan adanya program ini, para lulusan Fresh Graduate dapat berlomba meraih pekerjaan awal serta perusahaan juga memperoleh manfaat dengan mendapat pegawai magang yang dibiayai oleh Pemerintah," jelasnya.
100.000 Peserta Magang Nasional
Total ada lebih dari 175 pegawai Magang Nasional dari Kemenaker yang sudah bekerja selama 2 bulan di Paragon. Teddy mengatakan pimpinan perusahaan Paragon menilai para peserta magang sangat cepat beradaptasi, berinovasi kreatif sesuai perkembangan zaman dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas dan permintaan pelanggan.
Teddy menjelaskan program Magang Nasional tahun 2025 diikuti sejumlah 100.000 peserta yang magang hingga pertengahan tahun ini. Dia memastikan pemerintah akan membuka kembali program tersebut pada tahun 2026, dengan jumlah peserta sekitar 100.000 orang.
"Pada tahun 2026 ini minimal 100.000 peserta magang juga akan dibuka kembali pada pertengahan tahun ini," tutur Teddy.