Sempat Ricuh Robohkan Pagar, Pendemo Mapolda DIY Kocar Kacir saat Dipukul Mundur Petugas
Suasana yang sebelumnya tegang di area depan Mapolda DIY pada Selasa malam (24/2/2026) kini mulai kembali tenang dan kondusif.
Kericuhan yang sempat terjadi di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa malam (24/2) mulai mereda. Massa aksi yang sebelumnya memadati Jalan Ring Road Utara, tepatnya di depan Pakuwon Mall Jogja, akhirnya mundur setelah sekelompok warga dari gang-gang sekitar muncul dan meminta mereka untuk membubarkan diri.
Situasi berubah dengan cepat sekitar pukul 19.30 Wib. Saat massa masih berkumpul di depan kawat berduri yang dipasang oleh aparat, sejumlah warga tiba-tiba berdatangan dari sisi barat. Mereka berlari dengan berteriak meminta para demonstran untuk membubarkan diri dan tidak menciptakan kericuhan di lingkungan mereka.
Pantauan di lokasi, kehadiran warga tersebut cukup efektif dalam memukul mundur massa aksi dari sisi barat. Para demonstran yang sebelumnya bertahan di depan pagar pembatas mulai bergerak mundur, sebagian ke arah barat dan sebagian lainnya ke sisi timur.
Walaupun sempat menimbulkan kepanikan ketika beberapa warga masuk ke tengah kerumunan, beruntung tidak terjadi kontak fisik yang memicu bentrokan. Aparat yang telah bersiaga sejak sore tampak menjaga jarak dan mengawasi situasi agar tidak berkembang menjadi kericuhan terbuka.
Menjelang pukul 20.00 Wib, kondisi di depan Mapolda DIY mulai stabil. Konsentrasi warga yang berjaga berangsur berkurang, sementara aparat tetap bersiaga untuk memastikan situasi benar-benar aman.
Ketegangan mereda setelah warga sekitar turun tangan. Mereka mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin wilayahnya menjadi arena kericuhan yang berkepanjangan. Desakan dari warga membuat massa perlahan meninggalkan lokasi, terutama di sepanjang Jalan Ring Road di depan Pakuwon Mall. Arus lalu lintas yang sempat tersendat akhirnya dibuka kembali dari kedua jalur.
Kendaraan kembali melintas normal dari barat ke timur maupun sebaliknya, menandakan berakhirnya aksi malam itu tanpa bentrokan terbuka antara massa dan warga. Meskipun situasi telah kondusif, pengamanan di sekitar Mapolda DIY masih terlihat diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.
Massa Protes Aksi Brimob Aniaya Bocah di NTT
Sebelumnya, ratusan orang melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolda DIY sebagai bentuk protes atas dugaan penganiayaan yang dialami seorang bocah berusia 14 tahun oleh seorang anggota Brimob di Maluku, yang berujung pada kematian.
Aksi ini dianggap sebagai gerakan spontan atau "fluid", tanpa adanya panggung orasi atau pembacaan tuntutan resmi. Sejak sore hari, suasana di kawasan Condongcatur menunjukkan peningkatan pengamanan yang signifikan. Aparat kepolisian memasang kawat berduri di depan gerbang utama sebelah timur Mapolda DIY sebagai langkah pencegahan.
Sekitar pukul 18.45 Wib, massa mulai berdatangan dan memenuhi halaman depan markas kepolisian. Luapan emosi terlihat ketika sebagian dari mereka merusak pagar pembatas hingga roboh. Teriakan kekecewaan terhadap institusi kepolisian terdengar bergema di antara kerumunan. Meskipun begitu, situasi tidak berkembang menjadi bentrokan besar.