Semburan Lumpur Gegerkan Semarang, BPBD Duga Akibat Proyek Pipa Pertamina
Terlihat semburan muncul dari dua titik yang berdekatan.
Viral di media sosial (medsos) memperlihatkan semburan lumpur hitam mengejutkan warga di kawasan Bugen, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8).
Kabar yang diunggah dalam akun Instagram @infokejadiangenuk terlihat semburan muncul dari dua titik yang berdekatan. Titik pertama muncul sekitar pukul 14.00 WIB dan berhenti menjelang maghrib. Titik kedua kembali menyemburkan lumpur sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (2/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Informasi yang dihimpun lumpur mengalir hingga ke halaman rumah warga dan meluber ke Jalan Kiai Haji Soleh II, yang berada di samping rel kereta api Semarang - Surabaya. Meski demikian, material lumpur di jalan tersebut tampak telah dibersihkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan semburan lumpur tersebut diduga kuat sebagai dampak teknis dari aktivitas pengeboran atau pemeliharaan pipa Pertamina di bawah tanah.
"Kami cek ke lapangan dan berkoordinasi dengan Lurah Muktiharjo Kidul, lokasi semburan memang berada di sekitar proyek pemasangan pipa Pertamina. Dugaan awal, semburan ini muncul akibat efek pengeboran yang memicu keluarnya lumpur dari rongga-rongga tanah," kata Endro, Sabtu (2/8).
Pipa tersebut dipasang sudah lama sekitar empat hingga lima tahun lalu namun semburan itu baru terjadi untuk pertama kalinya. Terkait indikasi semburan akibat fenomena alam sangat kecil.
"Kami simpulkan ini bukan fenomena alam. Apabila itu terjadi karena kebocoran atau kebutuhan teknis lainnya, kami masih menunggu," ungkapnya.
Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan proyek untuk membersihkan material lumpur menggunakan pompa air alkon. Akses jalan umum yang sempat terdampak kini telah dibersihkan.
Kepada warga diminta untuk menghindari lokasi semburan sementara waktu karena potensi bahaya masih ada, mengingat pipa membawa bahan yang mudah terbakar.
"Warga jangan panik, tim dari Pertamina sudah menerapkan SOP safety-nya. Warga yang sekitar lokasi jangan menyulut api, mengingat itu bahan yang mudah terbakar," katanya.