Bukan Fenomena Alam! Terungkap Penyebab Semburan Berbau Gas di Rungkut Tengah Akibat Kebocoran Pipa Gas Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan semburan berbau gas di Rungkut Tengah bukan fenomena alam, melainkan akibat kebocoran pipa gas Surabaya milik PGN. Simak detail penanganan yang dilakukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Fenomena Alam! Terungkap Penyebab Semburan Berbau Gas di Rungkut Tengah Akibat Kebocoran Pipa Gas Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan semburan berbau gas di Rungkut Tengah bukan fenomena alam, melainkan akibat kebocoran pipa gas Surabaya milik PGN. Simak detail penanganan yang dilakukan. (AntaraNews)

Warga di sekitar Rungkut Tengah, Surabaya, sempat dihebohkan dengan munculnya semburan berbau gas yang terjadi sejak Kamis (16/10/2025). Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat mengenai potensi bahaya dan penyebab pasti dari fenomena tersebut, mengingat bau gas yang cukup menyengat.

Pemerintah Kota Surabaya, melalui Wali Kota Eri Cahyadi, segera mengambil tindakan cepat untuk menanggapi laporan tersebut. Ia bersama General Manager Sales and Operation Region III Perusahaan Gas Negara (PGN) Hedi Hedianto, dan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Amien Widodo, melakukan peninjauan langsung ke lokasi semburan.

Dari hasil pemantauan dan investigasi awal, dipastikan bahwa semburan berbau gas di sungai Rungkut Tengah bukan berasal dari fenomena alam seperti yang sempat diduga. Melainkan, kejadian ini merupakan dampak langsung dari kebocoran pipa gas milik PGN yang melintang di area tersebut, sebuah insiden yang memerlukan penanganan segera.

Pemkot Surabaya Pastikan Kebocoran Pipa Gas PGN

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara tegas menyatakan bahwa semburan berbau gas yang muncul di sungai Rungkut Tengah disebabkan oleh kebocoran pipa gas. Pernyataan ini disampaikan setelah tim gabungan melakukan pemantauan langsung pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025.

Eri Cahyadi menjelaskan kronologi penanganan awal. "Setelah Kamis malam lalu ada kejadian, saat itu saya meminta kepada Kepala BPBD untuk berkoordinasi dengan teman-teman PGN, dan ITS," katanya. Koordinasi cepat ini bertujuan untuk segera mengidentifikasi sumber masalah dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan.

Ia juga mengapresiasi respons tanggap dari pihak PGN dalam menangani insiden kebocoran pipa gas Surabaya ini. "Alhamdulillah keesokan harinya PGN bergerak cepat menutup dua pipa," ujarnya. Penutupan aliran gas oleh PGN berhasil dilakukan pada Kamis (17/10) pukul 16.15 WIB, dan sejak saat itu, semburan berbau gas sudah tidak terjadi lagi, menunjukkan efektivitas tindakan tersebut.

Respons Cepat PGN dan Hasil Investigasi ITS

General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, menjelaskan detail langkah-langkah penanganan yang telah diambil oleh pihaknya. PGN segera melakukan identifikasi menyeluruh setelah menerima laporan mengenai kebocoran pipa gas di Rungkut Tengah.

Setelah identifikasi, PGN langsung melakukan analisis dan menutup pipa gas yang bocor. "Jadi sudah tidak ada aliran lagi. Pascakejadian ini kami akan melakukan evaluasi," kata Hedi, menegaskan komitmen PGN untuk meninjau ulang dan meningkatkan prosedur keamanan mereka.

Hedi Hedianto menambahkan bahwa saat ini PGN sedang dalam proses rekondisi pipa gas yang bocor guna memastikan tidak ada lagi semburan atau deteksi kebocoran di kemudian hari. "Awal kan ada semburan dan tercium bau ya, sekarang sudah nggak ada dari kemarin sore," imbuhnya, mengonfirmasi bahwa kondisi sudah kembali aman.

Di sisi lain, Pakar Geologi ITS Surabaya, Amien Widodo, turut memberikan kontribusi penting dalam investigasi ini. Ia melakukan deteksi dini menggunakan georadar untuk memastikan penyebab pasti dari semburan berbau gas tersebut.

Hasil deteksi Amien Widodo secara ilmiah mengonfirmasi bahwa semburan itu memang akibat kebocoran pipa gas. "Kalau kejadian alami itu mungkin, karena daerah ini tempat lapangan sumur migas (minyak dan gas) zaman Belanda, tapi kemarin Jumat ternyata (pipa bocor), alhamdulillah itu mudah dan tinggal menutup saja," jelas Amien, memberikan konteks historis wilayah tersebut yang memang memiliki potensi gas alam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi