SDN Jambean 02 Pati Ukir Sejarah, Raih Juara Sepak Bola Putri U-12 di Kudus
SDN Jambean 02 Pati ukir sejarah dengan menjadi juara perdana Turnamen Sepak Bola Putri U-12 di Kudus, menyingkirkan dominasi tim Jepara. Kemenangan ini bukti pembinaan usia dini yang sukses.
Tim sepak bola putri SDN Jambean 02 Pati, Jawa Tengah, berhasil mencetak sejarah baru dengan meraih gelar juara perdana dalam ajang kompetisi sepak bola putri U-12. Prestasi gemilang ini diraih setelah menumbangkan dominasi tim asal Jepara di babak final yang digelar di Kudus.
Pertandingan final yang sangat sengit tersebut berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng, Kabupaten Kudus, pada hari Minggu, 24 Mei 2026. SDN Jambean 02 Pati berhasil mengalahkan SD Unggulan Terpadu (SDUT) Bumi Kartini Jepara.
Kemenangan ditentukan melalui drama adu penalti dengan skor akhir 6-5, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal. Hasil ini mengejutkan banyak pihak, termasuk pelatih tim juara.
Perjalanan Gemilang SDN Jambean 02 Pati Menuju Juara
Pelatih SDN Jambean 02 Pati, Muhammad Hidayat, mengungkapkan bahwa pencapaian ini melampaui target awal timnya. Mereka hanya menargetkan babak semifinal dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025-2026.
"Prestasi ini tentu di luar prediksi, karena target awal kami hanya bisa menembus babak semifinal. Ternyata hari ini (24/5) kami bisa juara untuk pertama kalinya selama mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus," kata Hidayat usai pertandingan final.
Hidayat menambahkan bahwa persaingan dalam turnamen ini berlangsung sangat ketat, bahkan timnya sempat menghadapi juara bertahan di babak delapan besar. Namun, semangat juang para pemainnya berhasil membawa mereka melaju hingga final.
Semangat juang para pemain yang tampil "all out" sepanjang pertandingan final menjadi kunci kemenangan. Kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras dan penampilan impresif tim putri SDN Jambean 02 Pati sepanjang MLSC Kudus.
Fondasi Sepak Bola Putri dan Pembinaan Usia Dini
Pelatih Kepala MLSC, Timo Scheunemann, menyoroti pentingnya pembinaan pemain usia dini yang tidak hanya mengandalkan kemampuan teknik bermain sepak bola. Konsistensi latihan dan rasa cinta terhadap olahraga ini menjadi faktor krusial.
"Prestasi memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola," ujar Scheunemann.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan sepak bola putri perlu dibangun secara bertahap. Hal ini bertujuan agar para pemain tidak hanya berkembang dari sisi kemampuan bermain, tetapi juga karakter dan mental mereka sebagai atlet.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MLSC Kudus Seri 2 2025–2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi sepak bola putri di tingkat akar rumput.
Data Partisipasi Turnamen MilkLife Soccer Challenge
Kompetisi sepak bola putri tahun ini diikuti oleh 1.391 siswi. Mereka berasal dari 89 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) se-Keresidenan Pati.
Peserta datang dari berbagai kabupaten, termasuk Kudus, Demak, Rembang, Pati, dan Jepara. Pertandingan berlangsung dari tanggal 19 hingga 24 Mei 2026.
Lokasi pertandingan diadakan di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Sumber: AntaraNews