SAR Kerahkan 70 Personel Lanjutkan Pencarian Pemancing Hilang di Gunungkidul Hari Kedua
Tim SAR gabungan mengerahkan 70 personel untuk melanjutkan pencarian dua pemancing hilang di tebing Grendan Jepitu, Gunungkidul, yang sudah memasuki hari kedua.
Kantor SAR Yogyakarta mengerahkan puluhan personel gabungan dalam upaya pencarian terhadap dua pemancing yang dilaporkan hilang. Kejadian ini terjadi di tebing Grendan Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Operasi pencarian ini telah memasuki hari kedua pada Minggu (11/1) setelah laporan diterima pada Sabtu (10/1) pagi.
Sebanyak kurang lebih 70 personel dari tim SAR gabungan terlibat aktif dalam operasi pencarian ini. Mereka berupaya menemukan kedua pemancing yang diduga hilang di area tebing tersebut. Pencarian intensif dilakukan di berbagai titik untuk memaksimalkan peluang penemuan korban.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menyatakan bahwa tim gabungan terus bekerja keras. Upaya pencarian ini merupakan respons cepat terhadap laporan hilangnya dua individu. Fokus utama adalah menyisir lokasi kejadian dan area sekitarnya secara komprehensif.
Strategi Pencarian Tim SAR Gabungan
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mencakup area yang luas. Setiap SRU memiliki tugas spesifik guna memastikan efektivitas pencarian di medan yang berbeda. Pembagian tugas ini dirancang untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
SRU satu, atau tim darat, bertanggung jawab melakukan penyisiran di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meluas hingga radius dua kilometer ke arah timur. Mereka menjelajahi medan darat yang sulit dijangkau. Tim ini fokus pada area tebing dan daratan di sekitarnya.
Sementara itu, SRU dua, atau tim laut, bergerak menyisir perairan menggunakan perahu dari dua titik berbeda. Tim ini berlayar dari Pantai Siung menuju timur TKP, serta dari Pantai Sadeng yang juga mengarah ke timur dan kembali ke TKP. Pencarian di laut ini diharapkan dapat menemukan jejak korban yang mungkin terbawa arus.
SRU tiga memanfaatkan teknologi drone untuk melakukan pencarian via udara, menjangkau celah-celah yang sulit diakses oleh tim darat maupun laut. Penggunaan drone sangat membantu dalam memantau area yang tidak terjangkau. Ini memberikan perspektif yang lebih luas dan detail dari atas.
Kronologi Hilangnya Pemancing di Tebing Grendan
Kronologi kejadian bermula pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 06.30 WIB, ketika seorang saksi menemukan peralatan memancing. Peralatan tersebut ditemukan bersama beberapa makanan dan minuman di spot memancing sekitar tebing Grendan tanpa ada pemiliknya. Penemuan ini menimbulkan kecurigaan bahwa sesuatu telah terjadi pada pemiliknya.
Atas temuan tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada personel siaga SAR. Laporan ini ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim SAR yang langsung mendatangi TKP. Informasi juga disebarluaskan kepada Polair, Polsek, TNI AL, dan Basarnas, serta instansi terkait lainnya untuk koordinasi.
Sekitar pukul 07.00 WIB, saksi menerima informasi dari grup pemancing bahwa ada orang yang diduga hilang di tebing Grendan. Informasi ini semakin memperkuat dugaan hilangnya dua pemancing. Barang-barang yang ditemukan di lokasi dipastikan milik teman saksi yang merupakan pemancing.
Tantangan dan Rencana Lanjutan Pencarian
Meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara intensif, kedua pemancing tersebut belum berhasil ditemukan hingga Minggu pukul 17.00 WIB. Kondisi medan yang ekstrem dan luasnya area pencarian menjadi tantangan utama. Tim SAR tetap berkomitmen untuk melanjutkan operasi.
Rio Banupanitis menegaskan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan pada Senin (12/1/2026) pagi. Tim akan kembali menyusun strategi dan melanjutkan penyisiran di area yang belum terjangkau. Harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh personel yang terlibat.
Koordinasi antarinstansi akan terus ditingkatkan untuk memastikan kelancaran operasi. Semua pihak berharap agar kedua pemancing dapat segera ditemukan. Keselamatan para personel SAR juga menjadi perhatian penting selama proses pencarian berlangsung.
Sumber: AntaraNews