Misteri Sungai Kariangau: Pemancing Diterkam Buaya di Balikpapan Masih Dicari Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan masih terus mencari seorang pemancing yang menjadi korban **pemancing diterkam buaya Balikpapan** di Sungai Kariangau, Balikpapan, menyisakan misteri yang belum terpecahkan.
Tim SAR gabungan dari berbagai unsur hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing yang dilaporkan diterkam buaya. Peristiwa tragis ini terjadi sejak Selasa (14/10) di Sungai Kariangau, wilayah Kelurahan Solok Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Korban yang diketahui bernama Pardi Wijaya (31 tahun) belum juga ditemukan hingga hari kedua operasi SAR.
Pardi Wijaya, warga Jalan Pattimura, Gang Arban, Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, menjadi korban serangan buaya saat sedang memancing. Kejadian nahas ini berlangsung di kawasan hutan mangrove yang dikenal sebagai habitat alami buaya. Proses pencarian intensif terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.
Komandan Regu Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim, menyampaikan bahwa laporan kejadian baru diterima pada Rabu pagi, meskipun insiden terjadi pada Selasa senja. "Korban bernama Pardi Wijaya (31 tahun), warga Jalan Pattimura, Gang Arban, Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara. Hingga hari pertama operasi SAR sampai sekarang, korban masih belum ditemukan," kata Nur Ngalim di Balikpapan, Rabu.
Kronologi Kejadian Tragis Pemancing Diterkam Buaya
Peristiwa mengerikan ini bermula ketika Pardi Wijaya sedang memancing bersama tiga rekannya di area yang dikelilingi hutan mangrove. Tanpa disadari oleh mereka, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menyerang korban. Serangan mendadak ini membuat rekan-rekan korban terkejut dan tidak sempat memberikan pertolongan.
Insiden tragis **pemancing diterkam buaya Balikpapan** ini terjadi sekitar pukul 18:30 Wita. Saksi mata, teman-teman korban, tidak dapat berbuat banyak karena kaget dan predator tersebut segera menyeret Pardi ke dalam air. Kecepatan serangan buaya membuat mereka tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi.
Lokasi kejadian di Sungai Kariangau memang merupakan daerah yang dikenal sebagai habitat buaya. Kondisi ini menambah tingkat bahaya dalam operasi pencarian yang sedang berlangsung. Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan personel di lapangan.
Operasi Pencarian dan Tantangan Lapangan
Operasi pencarian korban **pemancing diterkam buaya** ini melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur. Mereka termasuk personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran Balikpapan, Relawan Gabungan Balikpapan, dan masyarakat sekitar. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.
Metode pencarian yang digunakan adalah penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan rubber boat. Selain itu, pengamatan juga dilakukan dari darat untuk memastikan setiap lokasi dapat terdeteksi secara optimal. Kondisi medan yang sulit dan keberadaan buaya di area tersebut menjadi tantangan utama bagi tim.
Nur Ngalim menjelaskan bahwa pihaknya baru menerima laporan pada Rabu pagi, tepatnya pukul 07:25 Wita, yang disampaikan oleh Babinsa setempat, Serka Barja. "Setelah menerima informasi tersebut, kami dari Kantor SAR Balikpapan segera menurunkan satu tim penyelamatan untuk melakukan pencarian. Tim berangkat pukul 07:45 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 08:30 Wita kemarin, kemudian pencarian kembali dilanjutkan hingga hari ini. Semoga secepatnya ditemukan," ujarnya.
Tim SAR terus berupaya maksimal dalam mencari Pardi Wijaya. Mereka berharap dapat segera menemukan korban dan mengakhiri penantian keluarga. Keselamatan tim pencari juga menjadi prioritas utama mengingat risiko tinggi di area habitat buaya.
Sumber: AntaraNews