Rumah Ambruk Saat Hujan Deras, Pasutri di Bali Tertimbun Longsor
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/2) sekitar pukul 23.30 WITA.
Pasangan suami-istri atau pasutri bernama Tomi Agus Pratama (29) dan Novita Nurianti (28) tertimbun material longsor, ketika rumahnya yang berada di bantaran sungai di Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Kabupaten Karangasem, Bali, ambruk saat hujan deras.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/2) sekitar pukul 23.30 WITA.
"Dampak hujan deras kemarin malam menyebabkan satu unit rumah warga jebol," kata Arimbawa, Senin (16/2).
"Dua korban mengalami luka ringan bernama Tomi Agus Pratama dan istrinya Novita Nurianti. Malam itu juga telah mendapatkan perawatan di rumah sakit," imbuhnya.
Saat insiden itu, hujan deras yang mengguyur menyebabkan pondasi dan atap rumah ambruk yang diakibatkan tanah amblas. Kemudian, pemilik rumah Tomi dan istrinya, Novita sempat tertimbun material bangunan yang jebol dan beruntungnya warga secepatnya menolong kedua korban.
"Namun sudah bisa dievakuasi oleh masyarakat setempat dan langsung dibawa ke RSUD Karangasem menggunakan mobil ambulan RSUD Karangasem," jelasnya.
Korban Alami Luka Luka
Korban Tomi mengalami luka di bagian kepala, luka lecet di bagian punggung, bagian tangan, bagian bahu, bagian kaki kanan dan kaki kiri hanya mengalami luka lecet. Sedangkan istrinya Novita Nurianti mengalami luka lecet di bagian punggung dan saat ini kedua korban masih menjalani observasi di RSUD Karangasem.
"Berdasarkan hasil assessment awal, bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah yang diakibatkan tanah amblas. Kerugian material diperkirakan Rp400 juta," ujarnya.
Dalam peristiwa itu, BPBD Karangasem juga langsung menyerahkan bantuan langsung kepada korban dan juga sudah berkordinasi dengan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Karangasem untuk tindak lanjut penanganannya karena banyaknya material yang menutup aliran sungai.
"BPBD Kabupaten Karangasem mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng atau bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi longsor mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah Karangasem," ujarnya.