Respons Gubernur Koster soal Usulan Tajen Dilegalkan di Bali
Sejumlah anggota dewan setempat yang mengusulkan agar tajen atau sabung ayam dilegalkan.
Gubernur Bali, I Wayan Koster merespons soal usulan agar tajen atau sabung ayam dilegalkan di Pulau Bali. Dia mengatakan, usulan tersebut perlu kajian mendalam.
Koster menyebut, tajen bisa digelar sepanjang untuk kebutuhan tradisi upakara. Selama ini, tajen memang sudah mewarnai upakara.
"Itu perlu kajian mendalam. Jadi dalam pandangan kami sepanjang tajen itu untuk kebutuhan tradisi upakara, itu yang sudah berlangsung, itu tidak ada masalah," kata Koster usai mengikuti Rapat Paripurna di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Senin (30/6).
Namun, Koster menegaskan jika tajen digelar di luar kebutuhan tradisi upakara tidak diperbolehkan. Apalagi jika tajen dilakukan dengan tujuan perjudian.
"Tapi di luar itu, kalau tajen dilaksanakan di tempat khusus bukan acaranya, itu masuk kategori judi, iya dilarang," ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan, tidak perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) terkait tajen di Pulau Bali.
"Menurut saya tidak perlu (adanya Perda)," ujarnya.
Usulan Tajen Dilegalkan
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa setuju dengan pendapat sejumlah anggota dewan setempat yang mengusulkan agar tajen atau sabung ayam dilegalkan.
Usul itu muncul dari sejumlah anggota dewan di Bali karena menilainya sebagai aktivitas yang mendatangkan manfaat ekonomi bagi wilayah tersebut.
"Manfaatnya lebih besar lah untuk pembangunan bagi Bali juga kan, seperti DKI Jakarta dulu tidak ada jalan tol, dengan adanya kasino dibuka ada perbaikan sana sini pembangunan," kata dia, usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (23/6).
Menurut Astawa, Bali ingin merasakan dampak pembangunan yang sama seperti DKI Jakarta, dengan memanfaatkan tajen.
"Terkait tajen, melihat pada situasi kondisi yang seperti ini kita kembali pada zamannya Gubernur DKI Jakarta Pak Ali Sadikin, mereka berani membangun kasino, kenapa di Bali tidak, ada seperti ini lokal jenius kita atraksi budaya," ujarnya.