Canggu, sebuah kawasan yang terkenal di Bali, menghadapi tantangan serius terkait bencana banjir. Kejadian banjir yang sering terjadi memicu perlunya strategi mitigasi bencana banjir jangka panjang. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kebijakan Gubernur Bali.
Mitigasi bencana banjir di Canggu mencakup kombinasi upaya struktural dan non-struktural. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat terjaga. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini.
Upaya Struktural untuk Mitigasi Banjir
Upaya struktural melibatkan pembangunan infrastruktur yang dapat mengendalikan banjir. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir: Membangun bendungan, sabo dam, dan sistem drainase yang efektif.
- Normalisasi Sungai dan Saluran Air: Melakukan normalisasi secara berkala untuk menjaga kelestarian alam.
- Pembangunan Bangunan Tahan Banjir: Menggunakan material tahan air dan desain bangunan yang sesuai.
- Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir di DAS: Membangun prasarana di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mengurangi risiko banjir.
Upaya Non-Struktural untuk Mitigasi Banjir
Selain upaya struktural, pendekatan non-struktural juga penting. Beberapa langkah yang dapat diambil adalah:
- Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya banjir.
- Simulasi dan Latihan Kesiapsiagaan: Melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara berkala.
- Zonasi Banjir dan Pemetaan Risiko: Mengidentifikasi wilayah rentan terhadap banjir untuk alokasi sumber daya yang tepat.
- Pemantauan Cuaca dan Sistem Peringatan Dini: Mengembangkan sistem peringatan dini untuk memberikan waktu persiapan bagi warga.
Advertisement
Peran BNPB dalam Mitigasi Banjir di Bali
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, pihaknya akan segera bertolak ke Bali untuk berkoordinasi dan mendukung pemerintah daerah dalam penanganan banjir yang melanda wilayah tersebut.
Suharyanto menegaskan, banjir yang terjadi di Bali melanda empat kabupaten/kota yakni Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Gianyar, dan Tabanan.
"Data sementara, tapi kami akan segera masuk ke Bali hari ini untuk memimpin operasi tanggap darurat bersama pemerintah daerah," jelas dia seperti dilansir dari Antara.
Suharyanto memastikan penanganan cepat, termasuk distribusi bantuan logistik dasar segera dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Adapun yang disiapkan diantaranya, makanan, pakaian, tenda, berikut perlengkapan lain sudah disiapkan.
Dia menuturkan, bersama pemerintah daerah akan dipastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
"Asesmen kebutuhan mendesak juga terus dilakukan di lapangan," kata Suharyanto.
Beberapa peran BNPB meliputi:
Koordinasi Lintas Sektor: Mengkoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga dalam penanganan bencana.
Bantuan Logistik dan Peralatan: Menyalurkan bantuan seperti selimut, paket sembako, dan perahu karet.
Dukungan Perbaikan Infrastruktur: Mendukung perbaikan jalan dan jembatan yang rusak.
Penyempurnaan Sistem Peringatan Dini: Mengembangkan sistem peringatan yang lebih efektif untuk mengantisipasi banjir.
Advertisement
Kebijakan Gubernur Bali untuk Mitigasi Banjir
Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan, bahwa pasca banjir besar di sejumlah titik di Pulau Bali, sudah tertangani dengan baik dan wisatawan asing atau wisatawan domestik, tidak perlu khawatir untuk berlibur ke Pulau Bali.
Gubernur Koster, mengatakan untuk kunjungan wisatawan asing ke Pulau Bali masih normal per hari mencapai 21 hingga 22 ribu orang.
"Hal berikut yang perlu saya clear-kan lagi, adalah Bali sudah aman dan kondusif. Tidak ada masalah dengan akses ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pariwisatanya juga normal, saya mengecek per hari, sejak terjadi banjir, tidak ada perubahan angka yang berkunjung ke Bali, wisatawan asingnya, tetap di kisaran 21-22 ribu per hari," kata dia, saat jumpa pers usai menggelar rapat terkait penanganan banjir, di Denpasar, Sabtu (13/9) malam.
"Dan kemudian juga, tidak ada pembatalan (adannya) travel warning ke Bali, atau perjalanan ke Bali, tidak ada dari negara-negara luar, sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Jadi Bali sudah pulih dan kondusif kembali," imbuhnya.
Kemudian, untuk penanganan pasca banjir besar di Bali. Untuk Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, di Kota Denpasar, yang terdampak banjir akan dibersihkan terutama di Tukad Badung yang masih menyisakan sampah.
"Kalau air sudah kering. Jadi sudah selesai semua. Kemudian dalam beberapa hari ke depan, pedagang sudah bisa mulai aktif lagi berjualan. Kemudian, mengenai ganti rugi (kepada pedagang terdampak) sedang didata oleh Pak Walikota (Denpasar)," ujarnya.
"Yang kios, juga ruko, yang lapak. Itu sedang di data. Sudah disiapkan skema, kalau untuk ganti rugi pedagang itu tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini APBD Provinsi dan APBD Kota Denpasar," ungkapnya.
Advertisement
Mitigasi Gubernur Koster
Sementara itu, Gubernur Koster juga telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mitigasi banjir. Beberapa kebijakan yang diterapkan meliputi:
-Moratorium Alih Fungsi Lahan: Menghentikan alih fungsi lahan produktif untuk pembangunan komersial.
-Instruksi kepada Kepala Daerah: Melarang izin baru untuk pembangunan di lahan produktif.
-Reforestasi dan Evaluasi Tata Ruang: Melakukan reforestasi dan evaluasi tata ruang untuk menjaga daya dukung lingkungan.
-Penanganan Sampah Bencana: Menangani sampah bencana secara efektif di TPA Suwung.