Remaja Tewas saat Rakit Bom Ikan, Ledakan Diduga Gara-Gara Adik Korban Masak Mi
Peristiwa itu bermula saat korban sedang merakit bom ikan yang akan digunakan untuk mencari ikan. Di saat bersamaan, adik korban menyalakan kompor untuk memasak
Seorang remaja Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah berinisial M (18) tewas akibat ledakan bom ikan. Sebelumnya, M merakit bom ikan di rumahnya.
Kepala Kepolisian Resor Buton Tengah Ajun Komisaris Besar Wahyu Adi Waluyo mengatakan, ledakan bom ikan di Desa Wadiabero terjadi pada pukul 20.30 Wita, Sabtu (25/1) kemarin. Dalam kejadian tersebut, satu orang berinisial M (18) meninggal dunia.
"Korban meninggal dunia satu orang. Ledakan juga menyebabkan kerusakan pada rumah korban," ujar Wahyu melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/1).
Kronologi
Wahyu menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Peristiwa itu bermula saat korban sedang merakit bom ikan yang akan digunakan untuk mencari ikan. Di saat bersamaan, adik korban menyalakan kompor untuk memasak indomi.
"Bom ikan yang sementara diracik oleh korban langsung meledak. Sehingga menewaskan korban," ujar Wahyu.
Pemicu Ledakan
Wahyu menduga ledakan disebabkan suhu panas dan percikan kompor. Kondisi tersebut memicu ledakan dari bahan kimia yang digunakan korban untuk merakit bom ikan.
"Korban sempat dibawa ke rumah sakit (umum) daerah untuk mendapatkan perawatan. Namun, lukanya sudah sangat parah sehingga nyawanya tidak bisa diselematkan," kata dia.
Wahyu mengaku tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan. Sejumlah barang bukti telah diamankan polisi seperti kotak korek kayu dan beberapa selang digunakan untuk merakit bom ikan.
"Barang bukti berupa 30 kotak korek kayu, 5 botol kaca, satu kantong plastik berisi potongan alumunium, serta beberapa botol kaca kecil dan potongan selang kecil yang digunakan korban dalam merakit bom ikan," tutur Wahyu.
Wahyu mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan bahan peledak dalam menangkap ikan, khususnya di perairan Buton Tengah. Dia mengingatkan bahwa penggunaan bahan peledak tidak hanya merusak habitat dan biota laut, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan.
“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan bahan peledak dalam menangkap ikan, karena dampaknya sangat berbahaya,” ucap dia.