Puncak Arus Balik Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Dua Gelombang di Lebaran 2026
Terminal Kampung Rambutan memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang utama, mengantisipasi lonjakan penumpang dengan berbagai fasilitas dan posko pelayanan untuk kelancaran Arus Balik Terminal Kampung Rambutan.
Puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang terpisah. Gelombang pertama diprediksi pada dini hari hingga pagi tanggal 25 Maret, sedangkan gelombang kedua akan memuncak pada 29 Maret 2026. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan adanya perbedaan waktu ini.
Perbedaan puncak arus balik tersebut dipengaruhi oleh variasi masa libur masyarakat yang berbeda-beda. Gelombang pertama didominasi oleh para pekerja yang akan kembali beraktivitas pada tanggal 25 Maret. Sementara itu, gelombang kedua berasal dari pemudik yang memiliki waktu libur lebih panjang, sehingga mereka kembali lebih lambat.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak Terminal Kampung Rambutan telah menyiapkan berbagai langkah. Posko pelayanan dan fasilitas pendukung akan tetap beroperasi penuh hingga tanggal 29 Maret 2026. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan bagi seluruh pemudik yang kembali setelah merayakan Idul Fitri.
Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, secara spesifik menjelaskan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 akan terbagi menjadi dua periode. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada tanggal 25 Maret, terutama pada dini hari hingga pagi hari. Ini adalah waktu di mana sebagian besar pekerja mulai kembali ke rutinitas setelah libur Lebaran.
Selanjutnya, puncak kedua arus balik Terminal Kampung Rambutan diproyeksikan akan terjadi pada tanggal 29 Maret 2026. Gelombang kedua ini akan mengakomodasi para pemudik yang menikmati masa libur lebih panjang. Variasi jadwal libur masyarakat menjadi faktor utama di balik pola dua gelombang ini.
Revi menambahkan bahwa gelombang pertama didominasi oleh para pekerja yang harus kembali masuk kerja pada 25 Maret. Sementara itu, gelombang kedua akan diisi oleh pemudik yang memiliki kesempatan untuk menikmati liburan lebih lama. Antisipasi ini memungkinkan pihak terminal untuk mempersiapkan diri secara optimal.
Kesiapan Terminal Kampung Rambutan Hadapi Arus Balik
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik, pihak Terminal Kampung Rambutan memastikan posko pelayanan tetap beroperasi penuh. Posko ini akan tersedia hingga tanggal 29 Maret 2026, didukung oleh personel dari Polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Pramuka. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemudik.
Operasional terminal juga berjalan selama 24 jam penuh, bahkan pada hari-H Idul Fitri, untuk melayani kebutuhan transportasi. Selain itu, tersedia posko kesehatan yang didukung oleh Dinas Kesehatan dan Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Posko ini memastikan kondisi kesehatan pemudik tetap terpantau selama berada di area terminal.
Revi Zulkarnain juga mengungkapkan adanya posko ramp check yang bekerja sama dengan unit pengujian kendaraan dan Dinas Perhubungan setempat. Posko ini berfungsi untuk memastikan kelayakan operasional setiap bus yang akan berangkat dari terminal. Fasilitas tambahan seperti ruang tunggu, ruang istirahat, ruang laktasi, dan pemeriksaan kesehatan gratis juga disediakan.
Tren Penurunan Arus Mudik Jelang Lebaran
Berbeda dengan prediksi arus balik, kondisi arus mudik menjelang Lebaran justru menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Hingga H-1 Lebaran pada Jumat, dari pukul 00:00 hingga 09:00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat hanya tercatat sebanyak 325 orang. Angka ini jauh menurun dibandingkan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 yang mencapai 5.336 penumpang.
Penurunan jumlah penumpang juga terlihat pada H-2 Lebaran, dengan total 3.464 penumpang yang diberangkatkan. Revi Zulkarnain menjelaskan bahwa kondisi ini mengindikasikan mayoritas masyarakat telah melakukan perjalanan mudik lebih awal. Hal ini menyebabkan kepadatan arus mudik tidak terpusat di hari-hari terakhir menjelang Lebaran.
Saat ini, arus mudik yang masih berlangsung didominasi oleh pemudik dengan tujuan jarak dekat. Destinasi populer meliputi wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Lampung. Penurunan ini menunjukkan efektivitas imbauan untuk mudik lebih awal dan penyebaran waktu keberangkatan.
Sumber: AntaraNews