Puluhan Jamaah di Aceh Ikuti Ibadah Suluk Ramadhan 1447 H di Dayah Darul Aman
Ibadah Suluk Ramadhan 1447 H di Aceh Besar diikuti puluhan jamaah dari berbagai daerah. Meskipun terdampak bencana, suluk menjadi sarana penyucian jiwa dan pemulihan trauma. Simak detailnya!
Puluhan jamaah dari berbagai daerah di Provinsi Aceh saat ini khusyuk mengikuti Ibadah Suluk Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan spiritual ini dipusatkan di Dayah Darul Aman, Gampong Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Tradisi suluk ini rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan, menarik banyak individu mencari ketenangan jiwa.
Ketua Yayasan Dayah Darul Aman, Tgk Saifullah, mengatakan ibadah suluk tahun ini diikuti 64 orang peserta. Jumlah ini berkurang dari tahun lalu yang mencapai seratusan orang. Penurunan peserta diakibatkan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Aceh pada akhir November 2025.
Sebagian calon jamaah suluk menjadi korban bencana, dengan rumah mereka terdampak banjir atau tertimbun lumpur. Namun, beberapa korban bencana justru memilih tetap mengikuti Ibadah Suluk Ramadhan. Mereka memandang suluk sebagai bagian dari proses pemulihan trauma dan pencarian ketenangan batin.
Partisipasi dan Tantangan Ibadah Suluk Ramadhan Tahun Ini
Ibadah suluk di Dayah Darul Aman merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan para pencari ketenangan jiwa. Tgk Saifullah menjelaskan bahwa Ramadhan 1447 H ini, total 64 jamaah terdaftar untuk mengikuti rangkaian ibadah. Angka ini menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai seratusan peserta.
Penurunan jumlah peserta Ibadah Suluk Ramadhan ini tidak terlepas dari dampak bencana hidrometeorologi. Banyak calon jamaah yang rutin berpartisipasi kini menghadapi kondisi sulit. Rumah mereka rusak akibat banjir atau tertimbun lumpur, menyulitkan fokus pada ibadah intensif.
Meskipun demikian, semangat spiritual tidak luntur begitu saja di Aceh. Beberapa jamaah korban bencana justru melihat Ibadah Suluk Ramadhan sebagai jalan pemulihan diri. Mereka meyakini zikir dapat membantu mengatasi trauma dan memberikan kekuatan mental.
Makna dan Tata Cara Ibadah Suluk untuk Ketenangan Jiwa
Tgk Saifullah menjelaskan Ibadah Suluk Ramadhan adalah penyucian jiwa mendalam. Jamaah berzikir dalam hati mencapai ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT. Ibadah ini dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, menawarkan pengalaman spiritual intensif. Tidak ada batasan usia, mayoritas di atas 50 tahun, namun ada juga mahasiswa.
Selama suluk, jamaah di Dayah Darul Aman wajib mengikuti diet khusus. Mereka tidak boleh mengonsumsi makanan berlemak, daging, atau yang meningkatkan hawa nafsu. Sebagai gantinya, peserta hanya mengonsumsi sayuran, atau menjadi vegetarian.
Pembatasan makanan ini bertujuan menghindari emosi negatif yang memengaruhi konsentrasi ibadah. Inti suluk adalah zikir siang dan malam, bahkan mencapai 70 ribu kali. Beberapa peserta menutupi kepala dengan kain untuk menjaga konsentrasi penuh saat berzikir.
Sejarah dan Perkembangan Suluk di Bumi Serambi Mekah
Ibadah suluk memiliki akar sejarah kuat di Aceh, berkembang pesat sekitar tahun 1970-an. Penyebaran praktik spiritual ini tidak terlepas dari peran ulama terkemuka, Abuya Sjech Muda Waly Al Khalidi. Kontribusinya sangat besar memperkenalkan ajaran suluk di wilayah tersebut.
Setelah Abuya Sjech Muda Waly Al Khalidi, murid-muridnya melanjutkan penyebaran Ibadah Suluk Ramadhan. Mereka gigih menyebarluaskan ajaran dan praktik suluk ke berbagai daerah di provinsi berjuluk Bumi Serambi Mekah. Ini memastikan warisan spiritual terus hidup.
Hingga kini, Dayah Darul Aman menjadi salah satu pusat penting pelaksanaan suluk. Ini melanjutkan tradisi puluhan tahun. Kehadiran Ibadah Suluk Ramadhan setiap tahun menunjukkan komitmen masyarakat Aceh. Mereka menjaga praktik spiritual yang membawa kedekatan dengan Tuhan.
Sumber: AntaraNews