Waspada Pergerakan Tanah di Gununghalu Bandung Barat: Empat Rumah Rusak Parah, 37 Kepala keluarga Terancam
Kerusakan mayoritas terjadi pada struktur bangunan utama.
Bencana pergerakan tanah melanda Kampung Legok Kadu, RT 02/RW 04, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Peristiwa yang terjadi secara berkala sejak beberapa hari lalu ini menyebabkan empat rumah warga rusak parah dan puluhan lainnya terancam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengonfirmasi bahwa kerusakan mayoritas terjadi pada struktur bangunan utama.
"Ya betul, kami terima laporan kejadian pergerakan tanah. Ada empat rumah rusak, rata-rata kerusakannya pada bagian tembok dan lantai itu dengan rekahan sekitar 5 sentimeter paling kecil," ujar Asep saat dikonfirmasi, Kamis (21/5).
Kesaksian Warga
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, pergerakan tanah pertama kali terdeteksi pada 14 Mei 2026. Pola kerusakan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Kerusakan awal berupa retakan kecil pada dinding dan lantai, namun terus melebar secara berkala hingga mencapai lebar 5 sampai 8 sentimeter.
Selain 4 rumah yang sudah rusak parah, pergerakan tanah aktif ini mengancam hunian milik 37 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut.
"Jadi terjadi secara berkala, kerusakan juga awalnya hanya retakan kecil tapi semakin hari semakin besar. Sekarang memang baru 4 rumah yang sudah mengalami kerusakan, cuma ada rumah lainnya yang terancam," tutur dia.
Mengantisipasi adanya perluasan dampak atau potensi longsor susulan, BPBD KBB meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas hujan tinggi. Warga yang berada di zona rawan diimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"terutama pada malam hari demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga kita minta masyarakat mengungsi," kata dia.
Terkait penyebab pasti fenomena ini, BPBD menduga kondisi tanah di Kampung Legok Kadu cenderung labil dan dipicu oleh faktor cuaca. Namun, untuk memastikan penanganan ke depan, BPBD akan segera berkoordinasi dengan otoritas ahli.
"Kalau dugaan sementara mungkin tanahnya labil, ditambah sekarang masih turun hujan. Cuma untuk memastikan, kami akan bersurat ke pihak terkait (Badan Geologi) agar segera melakukan kajian. Nanti hasilnya akan menjadi penentu penanganan selanjutnya," pungkasnya.