Empat Rumah Warga Tergerus Longsor Kali Cikarang Bekasi, Korban Berharap Penanganan Pemerintah
Longsor Kali Cikarang Bekasi kembali menerjang, merusak empat rumah warga di Desa Kalijaya hingga tak layak huni. Para korban kini mengungsi dan sangat berharap pemerintah daerah segera bertindak untuk mitigasi lebih lanjut.
Empat rumah warga yang berlokasi di bantaran Kali Cikarang, tepatnya di Kampung Kaum RT 01/05, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini diakibatkan oleh longsor yang terjadi menyusul derasnya arus sungai saat debit air meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat bangunan-bangunan tersebut tidak lagi layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Salah satu warga terdampak, Puput (30), menjelaskan bahwa erosi di area tersebut telah berlangsung secara bertahap selama beberapa tahun. Namun, situasi semakin memburuk sejak pertengahan tahun 2025, menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur rumah. Puncak kejadian longsor terparah tercatat pada Juli 2025, dan kini kembali terjadi hingga membuat rumahnya dan rumah sang ibu tidak dapat ditempati.
Sebelumnya, jarak antara bagian belakang rumah Puput dengan aliran Kali Cikarang mencapai sekitar tujuh meter. Namun, akibat pengikisan tanah yang terus-menerus, sebagian besar bangunan seperti dapur dan ruang keluarga kini telah hilang terbawa longsor. Kondisi ini memaksa para penghuni untuk mengungsi dan mencari tempat tinggal sementara demi keamanan keluarga mereka.
Dampak Longsor dan Kerugian Warga Kali Cikarang Bekasi
Longsor yang melanda bantaran Kali Cikarang Bekasi telah menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi empat keluarga. Selain rumah milik Puput, tiga rumah lain di sepanjang bantaran sungai juga mengalami kerusakan berat. Struktur bangunan yang rapuh dan sebagian telah ambruk membuat rumah-rumah tersebut tidak lagi aman untuk ditinggali.
Puput mengungkapkan bahwa sebagian bangunan rumahnya, termasuk dapur dan ruang keluarga, telah lenyap akibat gerusan air sungai. Kondisi serupa juga dialami oleh tetangga-tetangganya, di mana erosi terus mengikis fondasi rumah mereka. Situasi ini menciptakan kekhawatiran mendalam akan potensi longsor susulan yang bisa memperparah keadaan.
Akibat kerusakan parah ini, para penghuni rumah terdampak terpaksa harus mengungsi. Mereka mencari tempat tinggal sementara, termasuk menyewa rumah kontrakan di sekitar wilayah Cikarang. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan keluarga masing-masing, mengingat risiko yang tinggi jika tetap bertahan di rumah yang rusak.
Puput dan ibunya kini tinggal di rumah kontrakan, mengikuti jejak tetangga lain yang juga telah pindah karena rumah mereka tidak layak huni lagi. Mereka berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang terhadap kondisi darurat ini. Kehilangan tempat tinggal dan aset menjadi beban berat yang harus ditanggung oleh para korban longsor.
Harapan Warga Akan Penanganan Pemerintah Kabupaten Bekasi
Menghadapi kondisi darurat ini, warga terdampak longsor Kali Cikarang Bekasi sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan. Puput secara khusus menyuarakan desakan agar ada upaya mitigasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Ini penting terutama bagi warga lain yang masih tinggal di sekitar bantaran Kali Cikarang dan berisiko tinggi.
Meskipun rumah-rumah yang sudah rusak parah kemungkinan tidak dapat diperbaiki seperti sedia kala, upaya pencegahan sangat dibutuhkan. Pembangunan tanggul penahan tebing menjadi salah satu solusi yang diusulkan oleh warga. Tanggul ini diharapkan dapat mengurangi risiko pengikisan tanah dan longsor lanjutan akibat derasnya aliran sungai.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret atas permasalahan ini. Penanganan yang cepat dan tepat akan sangat membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Perlindungan terhadap aset dan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama bagi mereka yang tinggal di area rawan longsor.
Pembangunan infrastruktur penahan erosi di sepanjang Kali Cikarang menjadi krusial. Ini bukan hanya untuk melindungi rumah yang tersisa, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi seluruh komunitas. Warga menanti respons dan tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait musibah yang mereka alami.
Sumber: AntaraNews