BPBD Kabupaten Bekasi Asesmen Dampak Longsor Asrama Kodam, Lima Keluarga Terdampak

BPBD Kabupaten Bekasi melakukan asesmen pasca longsor di Asrama Kodam Bekasi, Desa Serang. Lima keluarga terdampak, dua rumah rusak berat, memicu kekhawatiran warga akan longsor susulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Kabupaten Bekasi Asesmen Dampak Longsor Asrama Kodam, Lima Keluarga Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan asesmen lokasi longsor asrama Kodam di Cikarang Selatan, mengungkapkan lima keluarga terdampak dan kerusakan parah. Bagaimana kondisi terkini dan rekomendasi penanganannya? (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan asesmen lokasi kompleks asrama Kodam di RT004/RW002 Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Jumat (23/1). Langkah ini diambil untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus memberikan rekomendasi penanganan yang tepat.

Peristiwa tanah bergerak ini dipicu oleh hujan deras berdurasi relatif lama dan diperparah kondisi kontur tanah yang labil. Akibatnya, lima keluarga terdampak longsor di Asrama Kodam Bekasi, dengan dua rumah mengalami kerusakan berat serta tiga rumah lain rusak sedang.

Tidak ada korban luka maupun jiwa akibat kejadian ini, namun kerusakan juga melanda jalan lingkungan asrama sepanjang 100 meter. Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan jika hujan terus mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa asesmen mencakup pendataan terhadap warga terdampak tanah bergerak tersebut. Kegiatan ini melibatkan perangkat wilayah, relawan kebencanaan, serta warga sekitar untuk memastikan data yang akurat.

Berdasarkan hasil asesmen, teridentifikasi lima keluarga terdampak langsung akibat longsor di Asrama Kodam Bekasi. Empat kepala keluarga masih memilih bertahan di kediaman mereka, sementara satu kepala keluarga telah mengungsi ke rumah anaknya.

Selain kerusakan rumah, longsor juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur jalan. Jalan lingkungan asrama sepanjang 100 meter mengalami kerusakan dengan tinggi 60 sentimeter serta lebar 3,5 meter.

Seorang warga terdampak, Rahmat (50), menceritakan bahwa tanah di sekitar kediamannya mulai longsor sejak awal terjadi hujan pada sepekan lalu. Awalnya kondisi longsor relatif tidak terlalu parah, namun kini posisi tanah sudah semakin ambles hingga menimbulkan kekhawatiran warga setempat.

“Puncaknya itu kemarin pas saya sedang tidur, tiba-tiba suami saya memanggil dan bilang, katanya tanahnya geser. Makin ke sini longsor semakin parah,” ungkap Rahmat. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga setempat akan potensi bahaya lebih lanjut.

Kerusakan cukup parah terlihat pada bagian teras rumah Rahmat yang mengalami retakan sepanjang empat meter. Kedalaman retakan mencapai 40-60 sentimeter, memperparah kondisi bangunan dan struktur rumah.

Rahmat juga menambahkan, “Kerusakan cukup parah, jujur kami juga khawatir akan ada longsor susulan kalau terus-terusan turun hujan seperti hujan seharian ini.” Dirinya meminta pemerintah maupun otoritas terkait untuk segera melakukan penanganan darurat guna mencegah kondisi longsor semakin parah.

BPBD Kabupaten Bekasi merekomendasikan rekonstruksi rumah dan jalan yang terdampak longsor. Rekomendasi ini penting untuk memastikan keselamatan warga dan memulihkan aksesibilitas di area tersebut.

Penanganan darurat sangat diperlukan guna mencegah kondisi longsor semakin parah karena bisa berpotensi mengakibatkan rumah-rumah warga roboh apabila tidak ditangani dengan baik. Hal ini menjadi prioritas utama untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci dalam mitigasi bencana serupa di masa mendatang. Edukasi mengenai bahaya tanah bergerak dan langkah antisipasi juga perlu ditingkatkan untuk kesiapsiagaan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi