Puan Berduka atas Wafatnya Paus Fransiskus: Warisan Perdamaiannya Akan Terus Hidup
Puan mengenang kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3–6 September 2024, yang disambut hangat oleh masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan dukacita atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan Kepala Negara Vatikan, yang meninggal dunia pada Senin (21/4) di usia 88 tahun, setelah sempat menjalani perawatan karena pneumonia.
“Duka mendalam atas berpulangnya Paus Fransiskus. Semoga warisan semangat perdamaian dalam kasihnya selalu hidup di hati umat manusia,” ungkap Puan, Senin (21/4/).
Puan mengenang kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3–6 September 2024, yang disambut hangat oleh masyarakat. Menurutnya, sambutan itu mencerminkan kecintaan tidak hanya dari umat Katolik, tetapi juga dari masyarakat lintas agama di Indonesia.
“Sosok Sri Paus yang sangat rendah hati dan penuh kesederhanaan membuat beliau dikagumi oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Puan juga merasa terhormat pernah diundang secara pribadi oleh Paus Fransiskus untuk menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan pada Februari lalu, bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dalam forum bertema Let’s Love and Protect Them itu, para pemimpin dunia berdiskusi untuk melindungi hak dan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.
“Saya mengapresiasi Yang Mulia Paus Fransiskus atas inisiatifnya menyelenggarakan KTT Pemimpin Dunia tentang Hak Anak. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat misi kemanusiaan global demi generasi mendatang,” kata Puan.
Selain menghadiri KTT tersebut, Puan dan Megawati juga mengikuti forum Unbroken Kids Alliance di Roma yang fokus pada anak-anak korban perang di Palestina dan Ukraina. Mereka kemudian diterima langsung oleh Paus di kediaman pribadinya, Santa Marta.
Menurut pihak Vatikan, itu merupakan kali pertama Paus menerima tamu luar negeri di kediamannya. “Saya benar-benar merasa terhormat atas sambutan Paus kepada kami. Meski dalam kondisi kurang sehat, beliau tetap menerima kami dengan hangat dan ramah,” ujar Puan.
Dalam pertemuan itu, Puan dan Megawati menyampaikan salam dari bangsa Indonesia, yang disebut Paus sebagai ‘beautiful people’. Mereka juga memberikan cenderamata dan Puan menghadiahkan baju wayang dari batik tradisional, sementara Megawati memberikan lukisan Bunda Maria yang berkebaya merah dan berkerudung putih.
Menurut Puan, wafatnya Paus Fransiskus adalah kehilangan besar tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi masyarakat dunia. Ia menilai Paus sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan perdamaian dan menentang kekerasan serta perang.
“Selamat jalan Bapa Suci, Paus Fransiskus. Semoga warisan semangat Sri Paus dalam kemanusiaan akan terus membawa manfaat dan diteruskan oleh semua umat manusia di muka bumi,” tutupnya.