PT MRT Kembangkan Kota Tua Jadi Kawasan Transit Moda Transportasi
Pengembangan Kota Tua menjadi wujud sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pembangunan infrastruktur modern.
PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mendapat mandat mengembangkan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tua Jakarta. Pengembangan TOD Kota Tua menjadi wujud sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pembangunan infrastruktur modern.
Menurut Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta Tuhiyat, pengembangan TOD Kota Tua ialah bagian dari tiga mandat utama MRT Jakarta, yakni pembangunan infrastruktur, operasi, serta pengembangan kawasan.
“MRT Jakarta ingin memastikan pembangunan infrastruktur sejalan dengan pelestarian warisan budaya,” kata Tuhiyat dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (22/10/2025).
Tuhiyat menyampaikan, progres konstruksi Fase 2 MRT Jakarta (rute Bundaran HI-Kota) telah mencapai 52,27 persen. Ini akan memperluas layanan transportasi publik sekaligus dapat memperkuat integrasi ke kawasan Kota Tua.
Adapun konsep tata ruang pengembangan TOD yang diterapkan difokuskan pada konektivitas pejalan kaki dan sistem transportasi ramah lingkungan.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menyatakan TOD Kota Tua dikembangkan dengan prinsip heritage-led urban regeneration. Desain stasiun MRT Kota akan mengadopsi atmosfer Batavia tempo dulu dengan menghadirkan area publik yang nyaman, commercial concourse, dan galeri arkeologi yang terintegrasi dengan jaringan transportasi kota.
“Konsep TOD Kota Tua berlandaskan delapan prinsip, mulai dari peningkatan konektivitas antar moda hingga regenerasi ekonomi lokal. Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai distrik yang terintegrasi, mudah diakses, dan berdaya saing ekonomi, tanpa kehilangan nilai sejarahnya,” jelas Farchad.
Revitalisasi bakal dilakukan melalui perbaikan koridor utama seperti Jalan Pintu Besar Selatan dan Beos Plaza sebagai tulang punggung pedestrian, penerapan konsep adaptive reuse untuk bangunan cagar budaya, serta inovasi pembiayaan melalui Transfer of Development Rights (TDR) dan Land Value Capture (LVC).