Menko AHY: TOD Kunci Utama Wujudkan Kota Modern dan Hunian Terjangkau di Tengah Keterbatasan Lahan

Menteri Koordinator AHY menegaskan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) menjadi strategi vital untuk menciptakan kota modern dan menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko AHY: TOD Kunci Utama Wujudkan Kota Modern dan Hunian Terjangkau di Tengah Keterbatasan Lahan
Menteri Koordinator AHY menegaskan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) menjadi strategi vital untuk menciptakan kota modern dan menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan perkotaan. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa konsep Transit Oriented Development (TOD) sangat penting. Konsep ini menjadi kunci utama dalam membangun kota modern yang berkelanjutan.

AHY menjelaskan bahwa TOD juga berperan memperluas akses perumahan terjangkau, khususnya di tengah keterbatasan lahan perkotaan yang semakin terasa. Tren urbanisasi global menunjukkan bahwa mayoritas populasi akan tinggal di perkotaan.

Pernyataan ini disampaikan AHY saat Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai Jakarta, Senin. Ini menyoroti urgensi solusi inovatif untuk kebutuhan tempat tinggal.

AHY menyoroti bahwa banyak kota modern di dunia telah berhasil mengadopsi konsep TOD. Konsep ini mengintegrasikan hunian, pusat aktivitas ekonomi, serta jaringan transportasi publik dalam satu kawasan yang terhubung.

Ia menambahkan, pembangunan hunian vertikal berbasis TOD memungkinkan masyarakat tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Pendekatan ini juga secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

"Apalagi diprediksi 70 persen masyarakat dunia termasuk Indonesia akan hidup, akan bekerja, beraktivitas di kota-kota," kata AHY, menekankan pentingnya solusi perumahan vertikal. Kondisi ini menjadikan lahan perkotaan semakin terbatas.

Oleh karena itu, pembangunan hunian vertikal dinilai menjadi pendekatan paling realistis untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi pertumbuhan populasi urban.

AHY memberikan apresiasi tinggi kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas perannya yang signifikan. KAI memiliki aset strategis di berbagai kota besar yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan hunian terintegrasi.

Salah satu contoh pengembangan yang sedang berjalan adalah di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. Proyek ini akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare dengan dua blok pengembangan utama.

Di kawasan Manggarai, direncanakan pembangunan delapan tower hunian dengan total sekitar 2.200 unit. Hunian ini ditujukan bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan rendah.

Selain Jakarta, pengembangan kawasan TOD juga merambah Stasiun Kiaracondong Bandung, kawasan Dr Kariadi Semarang, serta Stasiun Surabaya Gubeng. Empat kota besar di Pulau Jawa ini dipilih karena kepadatan penduduk tinggi dan kebutuhan hunian yang terus meningkat.

AHY menekankan bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan investor merupakan kunci utama. Sinergi ini penting untuk menghadirkan model pengembangan kota modern yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui konsep TOD, pemerintah berupaya menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mengurangi kemacetan. Hal ini diharapkan dapat memberikan waktu lebih bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas.

Pengembangan kawasan terintegrasi ini juga merupakan bagian integral dari visi pembangunan nasional. Visi ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi sambil menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Kita ingin pembangunan kita sesuai dengan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto tumbuh tinggi, tapi juga berpihak pada rakyat kecil dan juga memperhatikan bumi dan lingkungan hidup kita. Ini masa depan kita semua," tegas AHY.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi