Fakta Menarik: TOD Kota Tua Bakal Jadi 'Hub Baru' Jakarta, Pramono Anung Targetkan MRT Selesai 2029

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen penuh membenahi dan mengembangkan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Penasaran kapan revitalisasi besar-besaran TOD Kota Tua ini akan rampung dan apa saja rencananya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: TOD Kota Tua Bakal Jadi 'Hub Baru' Jakarta, Pramono Anung Targetkan MRT Selesai 2029
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen penuh membenahi dan mengembangkan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Penasaran kapan revitalisasi besar-besaran TOD Kota Tua ini akan rampung dan apa saja rencananya? (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menunjukkan komitmen kuatnya untuk membenahi dan mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tua, Jakarta Barat. Komitmen ini dibuktikan melalui peninjauan langsung ke lokasi pada Sabtu, 18 Oktober, bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pemerintah pusat untuk merevitalisasi salah satu cagar budaya penting ibu kota. Pramono Anung menegaskan bahwa pembenahan ini akan dilakukan secara terstruktur dan bertahap, tidak instan.

Rencana awal revitalisasi akan dimulai pada tahun 2026, dengan fokus pada perbaikan sarana-prasarana dasar seperti jalan, sungai, dan area pejalan kaki. Target ambisius lainnya adalah penyelesaian jalur MRT hingga Kota Tua pada tahun 2029, diharapkan menjadikan kawasan ini sebagai "hub baru" bagi Jakarta.

Pramono Anung menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar di Kota Tua pada tahap awal revitalisasi yang direncanakan mulai tahun 2026. Perbaikan ini mencakup jalan-jalan utama, sistem sungai, serta peningkatan kualitas pedestrian untuk kenyamanan pengunjung.

Selain infrastruktur fisik, Gubernur Pramono juga mengusulkan pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke lokasi tersebut. "Sehingga ini benar-benar menjadi tempat di mana para seniman dan sebagainya akan bisa berimprovisasi," ujar Pramono, menggambarkan visinya menjadikan Kota Tua sebagai pusat kreativitas seniman.

Pramono berharap bahwa dengan pembenahan yang terencana, kawasan warisan cagar budaya ini dapat "naik kelas" dan menarik lebih banyak wisatawan. Targetnya adalah menarik turis dari berbagai belahan dunia, termasuk Eropa Barat, Eropa Timur, dan negara-negara Asia seperti Jepang dan China, untuk menikmati pesona Kota Tua.

Penyelesaian proyek MRT hingga Kota Tua pada tahun 2029 menjadi kunci utama dalam visi ini. Dengan akses transportasi publik yang modern dan terintegrasi, Kota Tua diharapkan benar-benar siap menjadi pusat aktivitas baru yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat Jakarta.

Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap upaya pengembangan kawasan Kota Tua. Keterlibatan ini sangat penting mengingat banyak gedung di area tersebut yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rosan menyatakan komitmennya untuk mengkoordinasikan semua BUMN terkait agar gedung-gedung yang mereka miliki dapat diperbaiki dan dimanfaatkan secara optimal. "Nanti saya akan mengkoordinasikan dengan semua BUMN yang ada untuk membuat gedung-gedung ini menjadi baik kembali dengan tetap mengacu kepada heritage building aturannya, ya," ungkap Rosan.

Dukungan pemerintah pusat ini memastikan bahwa revitalisasi akan berjalan selaras dengan prinsip pelestarian cagar budaya. Kerjasama antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat proses pembenahan dan pengembangan TOD di Kota Tua, menjadikannya destinasi unggulan yang berkelanjutan.

Dengan target perbaikan sarana dasar pada 2026 dan rampungnya MRT pada 2029, seluruh pihak berupaya keras mewujudkan Kota Tua sebagai pusat ekonomi dan budaya baru. Integrasi transportasi dan pelestarian warisan budaya menjadi fokus utama dalam proyek ambisius ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi