PSI Nilai Pidato Presiden Prabowo Cerminkan Kedewasaan Bangsa
Ia menilai pendekatan inklusif yang disampaikan Presiden Prabowo menjadi dasar penting dalam membangun stabilitas nasional.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut positif pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya persatuan nasional dan kepemimpinan inklusif dalam arah pembangunan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat.
Juru Bicara DPP PSI Dedek Prayudi mengatakan, pesan Presiden Prabowo mencerminkan kedewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, perbedaan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak seharusnya berujung pada polarisasi berkepanjangan.
"Pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan kedewasaan berbangsa. Persaingan politik memang niscaya dalam sistem demokrasi, namun selayaknya tidak menghasilkan polarisasi tanpa ujung yang justru merontokkan energi kolektif," kata Dedek, Selasa (3/2).
Dedek menegaskan bahwa kemiskinan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Ia menilai pendekatan inklusif yang disampaikan Presiden Prabowo menjadi dasar penting dalam membangun stabilitas nasional.
"Tekad Presiden Prabowo untuk memimpin secara inklusif dan adil menjadi fondasi kuat bagi stabilitas nasional, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan energi bangsa difokuskan pada kerja nyata melayani rakyat," ujarnya.
Ruang Kritik Tetap Dijaga
Meski demikian, Dedek menekankan bahwa ruang kritik tetap harus dijaga dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan dan kinerja pemerintahan.
"Ruang untuk menyampaikan kritik tetap ada. Karena penyempurnaan kerja merupakan hal yang niscaya. Tanpa kritik, kita bisa menganggap semua sudah sempurna," pungkas Dedek.
Prabowo Ajak Kepala Daerah Hapus Kemiskinan
Dalam arahannya pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang politik dan golongan, untuk bersatu menghapus kemiskinan di Indonesia. Presiden juga menegaskan bahwa setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu dan bekerja bersama untuk melayani rakyat, serta berkomitmen menjalankan kepemimpinan secara inklusif dan adil.