Prabowo Singgung Kedewasaan Politik: Beda Partai Tetap Bisa Kerja Sama, Ini Alasannya!
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya Kedewasaan Politik, menegaskan bahwa kerja sama antar partai dapat terjalin demi kepentingan rakyat. Mengapa ini krusial?
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyoroti pentingnya kedewasaan dalam berpolitik. Beliau menegaskan bahwa kerja sama dalam pemerintahan dapat terjalin dengan baik, meskipun para pihak berasal dari partai yang berbeda.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 29 September, di sela-sela acara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Beliau menekankan bahwa politik Indonesia haruslah politik yang dewasa, santun, dan penuh persaudaraan.
Prabowo juga mengingatkan bahwa demokrasi harus dipahami sebagai ruang persaingan sehat yang berlangsung selama periode pemilu, baik itu pemilihan umum, legislatif, maupun kepala daerah, tanpa harus berujung pada permusuhan atau dendam.
Pentingnya Kedewasaan Politik dalam Demokrasi
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi esensi dari sebuah politik yang dewasa. Menurutnya, politik Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai santun dan persaudaraan, di mana perbedaan partai tidak menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama.
Beliau menjelaskan bahwa demokrasi sejatinya adalah arena persaingan yang sehat, yang hanya terjadi selama periode pemilihan umum. Setelah proses tersebut usai, semua pihak diharapkan kembali bersatu untuk membangun bangsa, bukan malah saling menjatuhkan.
Prabowo juga menegaskan bahwa rakyat tidak menyukai pemimpin yang penuh dendam atau gontok-gontokan. Masyarakat mendambakan pemimpin yang tulus, ikhlas, dan mampu bekerja sama dalam satu tim demi kemajuan negara, bukan sebaliknya.
Menghapus Paradigma Lama dan Kolaborasi Lintas Partai
Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa paradigma politik lama yang didasari oleh perang ideologi sudah tidak relevan lagi di Indonesia. Hal ini karena seluruh elemen bangsa telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara yang mempersatukan.
Untuk memperkuat argumennya, Prabowo memberikan contoh konkret mengenai kerja sama lintas partai. Beliau menyebutkan bahwa dirinya tetap bisa bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, meskipun Pramono merupakan kader PDI Perjuangan yang tidak tergabung dalam koalisi pemerintahannya.
"Gubernur DKI, partai lain enggak ada masalah. Saya bisa kerja sama sama Pramono Anung, benar enggak? Kalau beliau enggak mau kerja sama, beliau sendiri rugi rakyatnya malah sama beliau, benar enggak?" ujar Presiden, menunjukkan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama di atas perbedaan partai.
Komitmen Terhadap Integritas dan Akuntabilitas
Tidak hanya menyoroti kerja sama lintas partai, Prabowo juga menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas di kalangan kader partainya sendiri. Beliau menegaskan bahwa kepala daerah dari kader Partai Gerindra pun tidak akan segan diberi peringatan jika menunjukkan sikap arogan dalam menjalankan tugas.
"Gubernur Jawa Barat kebetulan Gerindra, tapi kalau brengsek saya usut kau. Tapi saya yakin kau tidak brengsek," ucap Prabowo, memberikan contoh kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk memastikan bahwa semua pemimpin, tanpa terkecuali, menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak menyalahgunakan kekuasaan. "Tapi jangan salah, saya tahu ada kader-kader Gerindra yang begitu jadi bupati, walikota apa itu istilahnya itu petantang-petenteng," pungkasnya, mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap perilaku kader akan terus dilakukan.
Sumber: AntaraNews