Program Polantas Menyapa ala Kakorlantas jadi Inovasi Jembatan Polri dan Masyarakat
Program Polantas Menyapa menjadi salah satu inovasi penting sebagai jembatan komunikasi antara polisi lalu lintas dan masyarakat.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, dinilai telah meningkatkan kepercayaan publik dengan sejumlah program yang diterapkan.
Program yang mendapat sorotan positif antara lain Polantas Menyapa, Pesantren Sahabat Lalu Lintas, penertiban kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL), serta pengamanan arus mudik dan libur Natal-Tahun Baru (Nataru).
Irjen Agus Suryo menegaskan komitmennya untuk menjabarkan konsep Polri Presisi melalui program-program nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Semua langkah ini adalah bagian dari upaya Polri Presisi untuk semakin dekat dengan masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, dan mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan," ujar Agus Suryo.
Program Strategis dan Penegakan Hukum
Program Polantas Menyapa menjadi salah satu inovasi penting sebagai jembatan komunikasi antara polisi lalu lintas dan masyarakat. Sementara itu, Pesantren Sahabat Lalu Lintas mengedepankan pendekatan edukasi dan nilai moral dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara.
Di sisi penegakan hukum, Korlantas Polri juga menaruh perhatian serius pada penertiban kendaraan ODOL. Upaya menuju Indonesia Zero ODOL dilakukan dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan dunia usaha.
Selain pengawasan eksternal, Agus Suryo juga menegakkan disiplin internal dengan memberi sanksi tegas pada jajarannya yang melanggar aturan. Ia kerap turun langsung memantau kondisi lapangan, termasuk saat mengawal arus mudik Lebaran dan libur besar nasional.
Apresiasi Akademisi dan Pemerhati Transportasi
Langkah-langkah Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Irjen Agus Suryo mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi, pakar transportasi, dan pemerhati keselamatan. Beberapa di antaranya adalah Azas Tigor Nainggolan, analis kebijakan transportasi; Tori Damantoro, Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia; Tri Tjahyono, pemerhati keselamatan; Ki Darmaningtyas, pengamat transportasi; Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik; serta Nasky Putra Tandjung, alumni Indef School of Political Economy.
Menurut para pengamat, kebijakan Kakorlantas membawa wajah baru bagi Polantas. Petugas lalu lintas kini lebih ramah, aktif menyapa, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Perubahan sikap ini dinilai menjadi simbol kedekatan dan empati polisi terhadap warga.
Para akademisi menilai, pendekatan tersebut membuat masyarakat merasa lebih dihargai dan pada akhirnya memperkuat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.