Polantas Menyapa, Program Kakorlantas Dinilai Transformasi Polisi Layani Keselamatan Berkendara
Program ini dinilai sebagai bentuk nyata transformasi pelayanan publik Polri yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada keselamatan berlalu lintas.
Langkah Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho yang menggencarkan program "Polantas Menyapa" di berbagai wilayah Indonesia mendapat apresiasi dari publik dan pengamat kebijakan. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata transformasi pelayanan publik Polri yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada keselamatan berlalu lintas.
Pengamat kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai kehadiran langsung Kakorlantas Polri di lapangan untuk memantau pelaksanaan Polantas Menyapa merupakan bukti komitmen Polri dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Baru-baru ini kita melihat langsung gerakan Polantas Menyapa yang dipimpin dan dimonitoring langsung oleh Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan beberapa daerah lainnya. Langkah tersebut menunjukkan komitmen Polri yang terus bertransformasi, berinovasi, serta memberikan edukasi dalam pelayanan publik yang humanis kepada masyarakat pengguna jalan," ujar Nasky dalam keterangannya, Sabtu (1/11).
Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan tertinggi Korlantas dalam memimpin dan memantau kegiatan di lapangan mencerminkan tanggung jawab moral dan dedikasi terhadap keselamatan masyarakat.
"Ini bentuk kerja nyata Polantas Polri untuk memastikan pengguna jalan tetap aman, tertib, nyaman, dan selamat sampai tujuan dengan standar layanan yang optimal," tambahnya.
Nasky juga menilai Polantas Menyapa sebagai bagian penting dari upaya Polri dalam memperkuat transformasi digital dan pelayanan presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).
"Gerakan ini menjadi ruang komunikasi yang humanis antara Polantas dan masyarakat, sekaligus mendorong penerapan digitalisasi layanan publik dan penegakan hukum yang lebih transparan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nasky yang juga alumnus Indef School of Political Economy Jakarta, mendorong Korlantas Polri untuk terus memperluas literasi dan edukasi hukum di masyarakat agar semakin tertib dalam berlalu lintas.
"Edukasi langsung kepada masyarakat — baik melalui pembuatan STNK, BPKB, ETLE, maupun media seperti brosur dan iklan layanan publik — merupakan wujud nyata kehadiran polisi di tengah warga," ujarnya.
Upaya Percepat Digitalisasi
Ia juga menyambut positif upaya Korlantas dalam mempercepat digitalisasi layanan publik melalui aplikasi SIGNAL, SINAR, E-BPKB, ERI, dan SIM Internasional.
"Digitalisasi layanan Polantas membuat masyarakat makin mudah mengakses layanan dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas tanpa selalu bergantung pada kehadiran polisi di lapangan," pungkas Nasky.
Polantas Menyapa Telah Diterapkan di Beberapa Daerah
Sebelumnya, program Polantas Menyapa telah dijalankan di sejumlah daerah dengan berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembagian sembako hingga kolaborasi dengan pecalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan, Polantas Menyapa tidak hanya sekadar interaksi antara polisi dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
"Polantas Menyapa bukan hanya soal interaksi, tapi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam menjaga keselamatan bersama," kata Irjen Agus.