Profil Muhammad Herindra: Jebolan Terbaik Akmil Hingga Dianugerahi Jenderal Kehormatan Bintang 4
Sepanjang karier militernya, dia terlibat dalam sejumlah operasi penting seperti tiga penugasan di Timor Timur dan operasi di Aceh.
Mantan perwira tinggi militer bermatra darat, Muhammad Herindra, M.A., M.Sc menjadi satu dari lima orang yang dianugerahkan pangkat jenderal kehormatan oleh Presiden Prabowo hari ini saat acara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8).
Herindra yang sebelumnya menamatkan karir militernya dengan pangkat bintang tiga, dan kini sudah secara sah menyandang bintang empat di pundaknya.
Sebagai sosok yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam kabinet Merah Putih, mungkin ada beberapa masyarakat yang belum mengenali profil dan sepak terjangnya selama berdinas.
Karier pria kelahiran 30 November 1964 ini diawali dari kelulusannya di Akademi Militer pada tahun 1987. Dia menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik saat itu dan meraih penghargaan Adhi Makayasa.
Pendidikan
Herindra selanjutnya menempuh berbagai pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI AD, Malaysia, serta meraih dua gelar master sekaligus. Pertama dari Universitas Salford dan Universitas Nasional Malaysia.
Sepanjang karier militernya, dia terlibat dalam sejumlah operasi penting seperti tiga penugasan di Timor Timur dan operasi di Aceh.
Duduki Jabatan Strategis
Berhasil menyelesaikan dari setiap operasi, Herindra kemudian menduduki pelbagai jabatan strategis seperti Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kodam III/Siliwangi, Inspektur Jenderal TNI, dan Kepala Staf Umum TNI.
Pada 23 Desember 2020, Herindra diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia mendampingi Prabowo Subianto yang saat itu bertindak sebagai menteri pertahanan di era Presiden Jokowi. Dia ditugaskan memperkuat industri pertahanan dan mengelola aset Kementerian Pertahanan.
Pergantian rezim membuat karirnya semakin moncer. Pada era Presiden Prabowo, dia pun ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) hingga saat ini.