Profil Cucun Ahmad Syamsurijal, Pernyataan Blunder Soal Tak Perlu Ahli Gizi
Menurutnya, komentar yang sempat tersebar hanyalah permintaan untuk memaksimalkan tenaga gizi yang tersedia, bukan menghapus peran mereka.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait tenaga ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.
Cucun menegaskan, ia tidak pernah menyebut program MBG tidak membutuhkan ahli gizi. Menurutnya, komentar yang sempat tersebar hanyalah permintaan untuk memaksimalkan tenaga gizi yang tersedia, bukan menghapus peran mereka.
"Sebagai wakil rakyat saya sampaikan, 'tolong pak, maksimalkan dulu saja'. Titik temunya nanti ketika ada perjanjian kerja sama ini," jelasnya.
Target 20 ribu dapur
Cucun menambahkan, jika target 20 ribu dapur pada Desember mendatang tidak tercapai akibat keterbatasan ahli gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) bisa mengambil langkah lebih lanjut. Sementara itu, ia menyarankan pelatihan bagi tenaga non-ahli gizi tetap harus sesuai aturan.
"Tetap, karena ini berbicara gizi. Ada UU 17/2023, Kolegium, assessment, uji kompetensi. Itu tetap harus diikuti untuk skill worker," terangnya.
Terkait isu "hapus istilah ahli gizi" yang sempat viral, Cucun menegaskan ide tersebut bukan berasal dari dirinya, melainkan dari salah satu peserta rapat.
"Yang usul itu putrinya beliau. Saya respons, kalau keinginan demikian, nanti profesi panjenengan semua diganti habis," ujarnya, sambil menekankan bahwa perubahan Peraturan Presiden bukan hal yang mudah.
Klarifikasi ini muncul setelah video Rapat Konsolidasi SPPG di Bandung (16/11) viral, di mana Cucun terekam memberi komentar soal tenaga ahli gizi.
"Saya enggak mau mendengar orang-orang sombong mengatakan 'karena saya ahli gizi'. Nanti tinggal ibu Kadinkes melatih orang, bila perlu anak-anak SMA cerdas fresh graduate dilatih tiga bulan," ucapnya dalam video tersebut.
Di akhir pernyataannya, Cucun menekankan pengawasan program MBG sebagai prioritas karena menggunakan dana APBN. Ia mengajak media dan masyarakat untuk melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.
"Jangan sekarang terima insentif banyak tetapi kondisi dapur tidak sesuai SOP... semua teman-teman media, publik, ya, siapapun juga berhak mengawasi, laporkan ke kami," tutup Cucun.
Profil Singkat Cucun Ahmad Syamsurijal
Seperti dikutip dari wikipedia, Cucun Ahmad Syamsurijal lahir di Bandung pada 8 November 1972. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia menempuh studi peradilan agama di Institut Agama Islam Cipasung pada 1991 dan lulus pada 1996.
Pada 2016, Cucun melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran dengan fokus Administrasi Publik, dan kemudian menempuh studi S3 di kampus yang sama, meraih gelar doktor cum laude pada 2022.
Karier Politik
Cucun merupakan Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029 dan mewakili Fraksi PKB. Ia telah menjabat sebagai anggota DPR selama tiga periode sejak 2014, mewakili daerah pemilihan Jawa Barat II yang mencakup Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Sejak 1998, Cucun aktif di Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ketua Majelis Wakil Cabang wilayah Solokanjeruk, sebelum bergabung dengan PKB. Ia pernah menjabat sebagai wakil bendahara DPW PKB Jawa Barat (2005) dan Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung (2010).
Di parlemen, Cucun sempat menjabat sebagai sekretaris fraksi PKB hingga 2017, berperan di Komisi IV, kemudian berpindah ke Komisi V, dan kembali terpilih pada pemilu 2024 dengan 267.788 suara.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie