Prakiraan Cuaca Jabodetabek Jumat 13 Februari 2026: Langit Berawan, Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah
BMKG memperkirakan bahwa cuaca di kawasan Jabodetabek pada hari Jumat, 13 Februari 2026, akan didominasi oleh awan yang tebal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di kawasan Jabodetabek pada hari Jumat, 13 Februari 2026, akan didominasi oleh awan tebal dan kemungkinan hujan ringan. Prediksi cuaca untuk hari ini menunjukkan bahwa pada pagi hari, sebagian besar daerah Jakarta diperkirakan akan berawan tebal, kecuali untuk Kepulauan Seribu yang diprediksi akan mengalami hujan petir.
Memasuki siang hari, beberapa wilayah seperti Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diperkirakan akan mulai turun hujan ringan. Sementara itu, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Namun, untuk Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, kondisi cuaca diperkirakan tetap berawan tebal.
Pada malam hari, langit di seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan kembali berawan dengan potensi hujan di Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, hingga Kepulauan Seribu.
Di daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Depok di Jawa Barat, cuaca diperkirakan berawan tebal pada pagi hari. Namun, pada siang hari, Depok diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang, sedangkan Bogor dan Bekasi akan mengalami hujan ringan. Pada malam hari, ketiga wilayah tersebut diprediksi akan kembali berawan tebal. Untuk wilayah Tangerang, Banten, diperkirakan juga akan berawan tebal di pagi hari, dengan hujan ringan yang diprediksi akan turun di siang hari dan kembali berawan tebal di malam hari.
Berikut adalah informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca hari ini di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang dikutip dari Liputan6.com berdasarkan laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Jakarta Pusat | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Jakarta Selatan | Berawan Tebal | Hujan Sedang | Berawan Tebal |
| Jakarta Timur | Berawan Tebal | Hujan Sedang | Berawan Tebal |
| Jakarta Utara | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Kepulauan Seribu | Hujan Petir | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Bekasi | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Depok | Berawan Tebal | Hujan Sedang | Berawan Tebal |
| Kota Bogor | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Tangerang | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
Waspada Kemungkinan Banjir Rob hingga 16 Februari 2026
Warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai utara Jakarta diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob yang diprediksi akan berlangsung hingga 16 Februari 2026. Masyarakat disarankan untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi dampak dari genangan air laut dan mencegah kerugian yang lebih besar.
Peringatan ini dikeluarkan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok melaporkan adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Bulan Purnama atau Perigee. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa fenomena ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi muka air laut di daerah pesisir utara Jakarta.
Puncak pasang maksimum diperkirakan akan terjadi antara pukul 05.00 hingga 11.00 WIB. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan kawasan Kepulauan Seribu. "Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut," kata Isnawa dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (12/2/2026).
Masyarakat Diimbau Menjauhi Area Pesisir
BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan dinamika air laut yang dapat berubah dengan cepat. Warga juga disarankan untuk menghindari aktivitas di kawasan pesisir yang berpotensi terkena banjir rob, terutama pada saat puncak pasang. "Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air," ucap Isnawa.
Selain itu, BPBD DKI mendorong masyarakat untuk memantau informasi resmi mengenai prediksi cuaca melalui saluran digital resmi Pemprov DKI. Masyarakat dapat mengakses Peringatan Dini Gelombang Pasang di laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, menggunakan aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta mengunjungi situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk mendapatkan pembaruan kondisi secara real-time. "Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan," tandasnya.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4315151/original/030334800_1675673028-Infografis_SQ_Tips_Hadapi_Cuaca_Ekstrem_agar_Tetap_Selamat.jpg)