Prabowo Ungkap Doktrin Jenderal Senior: Kita Tidak Mau Jadi Kacung Bangsa Lain!
"Nah, ini semangat yang ditanamkan oleh angkatan 45, semangat tidak kenal menyerah, harus bisa. Merdeka atau mati," sambungnya.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Halalbihalal Purnawirawan TNI/Polri. Deretan Purnawirawan TNI/Polri turut hadir di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (6/5).
Dalam sambutannya, Prabowo blak-blakan akan doktrin yang ia terima dari para jenderal senior kini hadir pada acara tersebut. Awalnya, Prabowo menegaskan semangat TNI tidak kenal menyerah. Harus bisa berdiri di atas kaki sendiri.
"Nanti ada yang bertanya, apa bisa? harus bisa," ungkap Prabowo.
"Nah, ini semangat yang ditanamkan oleh angkatan 45, semangat tidak kenal menyerah, harus bisa. Merdeka atau mati," sambungnya.
Prabowo menegaskan jangan mau menjadi kacung bangsa lain. "Kita beridir di atas kaki kita sendiri, kita tidak mau jadi kacungnya bangsa lain. Kalau yang mau silakan, saya tidak mau," tegasnya.
Lantas, Prabowo mengungkap doktrin itulah yang ditanamkan para jenderal seniornya dulu. Salah satunya mantan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno. "Ini salah. Salah pembina-pembina yang mendidik saya seperti ini. Salah Pak Try (Try Sutrisno), salah Pak Luhut (Luhut Binsar Pandjaitan), salah Pak Hendro (Hendropriyono), Pak Agung (Agum Gumelar)," ungkap Prabowo.
Doktrin Senior
Lantas, Prabowo mengungkap doktrin itulah yang ditanamkan para jenderal seniornya dulu. Salah satunya mantan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno. "Ini salah. Salah pembina-pembina yang mendidik saya seperti ini. Salah Pak Try (Try Sutrisno), salah Pak Luhut (Luhut Binsar Pandjaitan), salah Pak Hendro (Hendropriyono), Pak Agung (Agung Gumelar)," ungkap Prabowo.
Bahkan, Prabowo menyebut para seniornya dengan sebutan 'abang'. "Ini abang-abang yang beri contoh. Menanamkan kepada kita semangat itu. Jadi kalai Prabowo semangat seperti ini jangan salahkan Prabowo, salahkan Pak Try, Pak Hendropriyono, Pak Luhut, Pak Wiranto," tuturnya.
"Iya kan. Lho ini bapak-bapak didik saya seperti ini apa boleh buat saya tidak mau tunduk kepada bangsa manapun," tegasnya.