Prabowo Kenang Hari-Hari Tergelapnya, Tinggal di Yordania Ditemani Raja Abdullah
Prabowo meninggalkan Indonesia untuk tinggal di Yordania pascakerusuhan Mei 1998.
Presiden Prabowo Subianto mengaku, sudah lama menjadi sahabat dengan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein. Dia menyebut, sudah kenal Raja Abdullah II sejak muda.
"Memang sahabat lama, waktu kami masih muda," kata Prabowo di Amman, Yordania, dikutip Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (15/4).
Prabowo mengungkapkan persahabatan itu, terjalin hingga kini. Dia pun mengatakan, meski usia sudah tua, dirinya dan Raja Abdullah II masih memiliki semangat tinggi.
"Sekarang masih berjiwa muda," ujar dia.
Ungkap Hari Tergelap di Yordania
Selain itu, Prabowo juga menyingung soal masa-masa gelap dirinya semasa muda di Yordania. Menurutnya, di masa kelam itu, Raja Abdullah II dan keluarga menerima dirinya dengan terbuka.
"Kita masih sangat muda, saya tidak bisa melupakan saya diterima oleh ayah Anda yang hebat dan oleh Anda sendiri. Sebenarnya, selama saat hari-hari tergelap saya secara pribadi. Anda berdiri di samping dan Anda tidak pernah meragukan persahabatan saya," ucapnya.
Prabowo meninggalkan Indonesia untuk tinggal di Yordania pascakerusuhan Mei 1998. Prabowo sempat ingin kembali ke Indonesia di akhir tahun yang sama, namun atas larangan para koleganya, keinginan itu dibatalkan.
Persahabatan Prabowo-Raja Yordania Sejak Muda
Sementara itu, Raja Abdullah II pun merasa terhormat menerima kunjungan kenegaraan Prabowo. Raja Abdullah II mengungkapkan, kedekatannya dengan Prabowo yang sudah terjalin puluhan tahun lalu.
"Saudaraku, atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh delegasi Yordania di sini, merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda dalam kunjungan resmi pertama Anda ke Yordania sebagai Presiden Indonesia," kata Raja Abdullah II.
Raja Abdullah II mengaku telah mengenal Prabowo sejak sama-sama menjadi prajurit muda. Dia tak akan pernah melupakan hubungan persahabatan itu.
"Anda dan saya memiliki persahabatan yang telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun sejak kita masih menjadi prajurit muda, dan itu adalah sesuatu yang tidak pernah saya lupakan," pungkasnya.