Prabowo Ingin Selamatkan Buruh Sritex
Dia meminta agar para menteri mengupayakan jalan keluar untuk para eks karyawan perusahaan tersebut.
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, dalam rangka membahas nasib para buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Sritex.
Dia meminta agar para menteri mengupayakan jalan keluar untuk para eks karyawan perusahaan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kurator PT Sritex Nurma Sadikin, hingga Menteri BUMN Erick Thohir.
"Pada hari ini kami semua berkumpul atas petunjuk dari Bapak Presiden, Menteri BUMN, kemudian Menteri Tenaga Kerja, teman-teman kurator, dan teman-teman Koordinator Serikat Pekerja, dalam rangka kita berdiskusi untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan PT Sritex,” tutur Mensesneg Prasetyo di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (3/3).
“Atas petunjuk Bapak Presiden, Bapak Presiden sangat concern terhadap bagaimana pemerintah mencari jalan keluar, terutama berkenaan dengan masalah persoalan yang akan menimpa para pekerja di PT Sritex," sambungnya.
Siapkan Skema Baru
Prasetyo menyebut, Prabowo telah beberapa kali meminta para menteri agar segera menuntaskan permasalahan yang menimpa Sritex, terlebih sejak diputuskan pailit pada Oktober 2024 lalu.
“Bapak Presiden berkali-kali memberikan pengarahan kepada kami untuk dicarikan jalan keluar supaya teman-teman pekerja di Sritex dapat diperhatikan, dapat dicarikan solusi terhadap permasalahan yang menimpa PT Sritex,” jelas dia.
Hasil dari diskusi bersama kurator Sritex, diharapkan 8.400 karyawan yang terkena PHK dan tidak lagi bekerja terhitung per 1 Maret 2025, bisa mendapatkan kembali pekerjaannya.
“Harapan kami dari pemerintah tentunya semua, semua pekerja yang selama ini menjadi karyawan di PT Sritex kurang lebih ada empat perusahaan, kurang lebih di 8 ribu sekian karyawan, untuk bisa semuanya nanti akan kembali bekerja dengan skema yang baru. Namun kita berharap tetap di bidang yang selama ini digeluti,” kata Prasetyo.
Bahas Pangan Selama Ramadan
Selain soal Sritex, Prabowo juga mengumpulkan sejumlah menteri dalam rangka membahas persoalan pangan selama bulan Ramadan ini.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sebelum bertemu Prabowo, Menteri Amran sempat mengamini bahwa pembahasan dalam rapat kali ini terkait urusan harga pangan.
"Kita akan bahas harga pangan di Bulan Suci Ramadan sesuai BPS (Badan Pusat Statistik), tadi Alhamdulillah pengumuman BPS tadi produksi kita Januari sampai April angka sementara itu tertinggi selama 7 tahun, dan juga tadi dipantau harga beras turun, ada komoditas cabai yang naik sedikit,” tutur Amran kepada wartawan.
Stok Cukup Harga Stabil
“Jadi Alhamdulillah pangan di Bulan Suci Ramadhan cukup stabil, tapi kita akan tetap kawal sampai lebaran,” sambungnya.
Dia menyatakan, pemerintah saat ini tengah berupaya menekan harga komoditas cabai. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan meminta para pengusaha untuk tidak menaikkan harga pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
.“Karena tidak ada alasan di mana produksi khususnya yang strategis, beras, minyak goreng, itu lebih dari cukup, stoknya banyak produksinya naik sesuai BPS. Jadi tidak ada alasan pengusaha menaikkan harga, kami sudah sepakat, kami sudah rapat koordinasi dengan Pak Menko, dengan Pak Kapolri, koordinasi bilamana ada menaikkan harga di atas HET akan ditindak,” jelas Amran.