Prabowo dan Presiden Dewan Eropa Sepakati IEU–CEPA setelah 10 Tahun Negosiasi Alot
"Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya," ucap Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa di Gedung Europa, Brussel, Belgia, Sabtu (13/7). Kedatangan Prabowo disambut Costa di Gedung Europa.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam hubungan Indonesia–Uni Eropa, ditandai dengan tercapainya kemajuan signifikan dalam perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA).
Prabowo menyebut kesepakatan ini sebagai langkah strategis menuju masa depan kemitraan global yang lebih setara dan saling menguntungkan. Terlebih, proses negosiasi IEU-CEPA memakan waktu 10 tahun.
"Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya. Setelah 10 tahun proses negosiasi yang kadang berlangsung cukup alot—hari ini kita berhasil mencapai sebuah terobosan," ungkap Prabowo dikutip dari siaran pers, Senin (14/7).
Prabowo didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia Andri Hadi.
Menurut dia, kesepakatan IEU–CEPA mencerminkan kepercayaan bersama antara dua kekuatan besar dunia dalam membangun kerja sama ekonomi yang inklusif dan berbasis nilai. Prabowo menekankan Indonesia dan Eropa memiliki keterkaitan yang saling mengisi dalam bidang teknologi, energi, hingga pangan dan mineral penting.
"Kami memandang Eropa sebagai kawasan yang sangat penting dan berharap Eropa dapat terus memainkan peran sentral dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Dunia saat ini secara nyata sedang bergerak menuju tatanan multipolar," tutur Prabowo.
Dia juga memaparkan visinya untuk membuka lebih banyak peluang pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda Indonesia melalui kerja sama dengan Eropa. Selain itu, Prabowo ingin menciptakan ruang investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi pelaku usaha dari kedua belah pihak.
Prabowo Ungkap Tingginya Jumlah Pelajar dan Wisatawan di Eropa
Prabowo menegaskan pentingnya peran Uni Eropa dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Dia juga menyerukan penguatan kerja sama multilateral dan hubungan antarbangsa yang lebih erat, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
"Kami ingin melihat meningkatnya partisipasi Eropa dalam perekonomian kami, dan kami juga siap untuk masuk ke dalam pasar ekonomi Uni Eropa," ucap Prabowo.
Dia meyakini kemitraan Indonesia dan Uni Eropa akan bersifat saling menguntungkan. Prabowo menyebut Eropa memiliki pengalaman di bidang ilmu pengetahuan hingga teknologi, sementara Indonesia mempunyai sumber daya strategis, mineral dan komoditas pertanian.
"Kami meyakini bahwa hubungan ini bersifat simbiotik, Eropa memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, pendanaan, pengalaman bertahun-tahun dalam manajemen dan ekonomi; sementara kami memiliki sumber daya strategis, mineral penting, serta komoditas pertanian yang akan saling menguntungkan dalam kerangka kerja sama strategis ini," jelasnya.
Selain itu, Prabowo menyampaikan data penting tentang interaksi sosial–kultural Indonesia dan Eropa, termasuk tingginya jumlah wisatawan dan pelajar Indonesia di Eropa. Menurut dia, sebanyak 8 juta warga Indonesia mengunjungi Eropa.
Di sisi lain, kata dia, ada lebih dari 3.000 mahasiswa Indonesia menempuh studi di berbagai universitas di Eropa dengan beasiswa dari pemerintah. Prabowo pun berharap agar jumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Eropa dapat lebih banyak.
"Ke depan, kami ingin lebih banyak lagi pelajar Indonesia menimba ilmu di Eropa," tutur Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan keterbukaan Indonesia terhadap kehadiran institusi internasional, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan. Hal ini sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap keterlibatan global yang konstruktif.
"Dalam dua tahun terakhir, Indonesia juga telah membuka banyak sektor untuk partisipasi asing, termasuk sektor kesehatan. Rumah sakit asing dan institusi medis internasional kini diperkenankan membuka cabang atau afiliasi di Indonesia," kata Prabowo.
"Sekali lagi, kami menantikan kerja sama yang lebih erat dan lebih kuat di masa mendatang," ujar Presiden.
Costa Sebut Indonesia Mitra Global Paling Penting
Costa menyampaikan apresiasi ercapainya kesepakatan politik dalam perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia. Dia menyebut capaian tersebut sebagai terobosan nyata yang menandai babak baru dalam hubungan kedua pihak.
Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu mitra global paling penting bagi Uni Eropa. Presiden Costa ingin memperkuat kemitraan Indonesia dan Uni Eropa.
"Bagi kami, Indonesia jelas merupakan salah satu mitra global yang paling penting, dan kami ingin meningkatkan serta memperkuat hubungan kita," ucap Costa.
Dia mengatakan jumlah konsumen gabungan Indonesia dan Uni Eropa mencapai lebih dari 700 juta jiwa. Oleh sebab itu, Presiden Costa meyakini kedua kawasan memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang berimbang dan saling menguntungkan.
"Indonesia adalah kekuatan utama dalam demokrasi terbesar di Asia Tenggara, pilar utama dalam ASEAN, dan negara dengan suara yang semakin berpengaruh dalam urusan global," jelas Presiden Costa.
Presiden Costa juga menuturkan bahwa Uni Eropa dan Indonesia berbagi komitmen terhadap multilateralisme, tatanan internasional berbasis aturan, serta kerja sama pembangunan yang inklusif.
"Kemitraan kita menjadi semakin penting saat ini, dan sudah saatnya kita menyuntikkan energi baru dalam hubungan kita," ungkap dia.
Presiden Dewan Eropa juga menyatakan kesiapan Uni Eropa untuk mendukung agenda pembangunan Prabowo. Termasuk dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja bagi generasi muda, serta meningkatkan ketahanan pangan dan energi.
"Perjanjian dagang kita akan memperdalam pertukaran kita dan membangun kemitraan strategis yang mencerminkan tujuan bersama kita," pungkas Costa.