Prabowo Beri Hadiah ke Pembaca Al-Qur'an di Acara 1 Abad NU
Ainur membacakan ayat suci Al Quran dengan suara yang merdu di hadapan Prabowo, kiai, ulama, pejabat negara, serta warga NU yang hadir dalam acara itu.
Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah yang istimewa kepada seorang qari atau pembaca Al-Qur'an saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2/2026). Hadiah yang diberikan berupa koin yang sering disebut sebagai koin Presiden RI.
Qari yang menerima hadiah tersebut bernama Ahmad Ainur Roziqin. Ia membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan di hadapan Prabowo, para kiai, ulama, pejabat negara, dan warga NU yang hadir di acara tersebut.
Setelah selesai membacakan ayat suci, Ahmad menghampiri Prabowo yang duduk di atas panggung untuk bersalaman. Dalam momen tersebut, keduanya sempat berbincang-bincang singkat. Prabowo terlihat beberapa kali tersenyum dan menepuk pundak Ahmad dengan hangat.
Usai berinteraksi dengan Prabowo, Ahmad juga menyalami Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Umum PBNU, serta sejumlah pejabat negara lainnya. Dia kembali mendekati Prabowo yang masih duduk di barisan depan untuk menyapa kembali.
Prabowo kemudian memberikan sebuah souvenir berupa koin presiden yang biasanya ia berikan kepada masyarakat atau tamu dari luar negeri. Momen tersebut disambut meriah oleh para warga NU yang hadir, baik di lapangan maupun di tribun Stadion Gajayana, yang bertepuk tangan dan bersorak saat Prabowo memberikan souvenir kepada Ahmad.
Kontribusi NU dalam Perjalanan Bangsa
Beberapa pejabat negara hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri.
Selain itu, turut hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama adalah sebuah perayaan yang mencerminkan perjalanan historis Nahdlatul Ulama (NU) dalam kontribusinya bagi bangsa ini. Acara ini juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk menghargai peran NU dalam sejarah Indonesia.
Acara Mujadalah NU
Dengan mengangkat tema "Memperkokoh Jam'iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban", Mujahadah Kubro yang merayakan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) memiliki lima tujuan strategis. Tujuan tersebut meliputi sebagai wadah konsolidasi, peningkatan pemahaman budaya pesantren, pengembangan budaya dan peradaban, penguatan komitmen kebangsaan, serta pelestarian tradisi dan spiritualitas.
Kelima tujuan strategis ini dirancang untuk memperkuat langkah dan eksistensi NU dalam mendukung keberlangsungan bangsa di tengah perubahan global yang cepat. Dengan demikian, Mujahadah Kubro berfungsi sebagai ruang doa dan harapan bagi seluruh bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)